<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img src="https://kabardigoel.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG-20211216-WA0081-300x175-1-300x178.jpg" alt="" class="wp-image-440" width="300" height="178"/></figure>



<p class="wp-block-paragraph">kabardigoel.com<strong>,</strong>Merauke .Hanya karena tidak terima anak sendiri memakai handphone orang tua, seoarang ayah dengan inisial S tega memukul anaknya berumurb12 tahun hingga sesak napas. Kejadian tersebut di ungkapkan kasat reskrim Polres Merauke Akp.Najamudin saat konferensi pers di ruang humas, Kamis (16/12).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pelaku memukul dan menendang anak kandungnya atau si korban ini secara berulang kali. Kejadian ini terjadi pada 13 oktober lalu dan baru kita tangkap 2 hari lalu. Menurut ibu korban, pelaku sering lakukan pemukulan terhadap anaknya,” kata kasat.</p><div class="33a3bfebe4f31e4424ecd420beebe2a6" data-index="1" style="float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;">
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1794851051345271" 
 crossorigin="anonymous"></script>
</div>




<p class="wp-block-paragraph">Sambungnya, setelah melakukan pemukulan yang berlebihan pelaku melarikan diri dan berpindah-pindah tempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Persoalannya karena anaknya main handphone milik pelaku. Sehingga anaknya di pukul sampai sesak napas, namun kondisi anaknya saat ini sudah membaik. Pasal yang disangkakakn yakni pasal 80 ayat 4 dengan Undang-Undang perlindungan anak,” tutip kasat.(Red)</p>

<div style="font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;"></div>
