Site icon KABAR DIGOEL

Peringatan Hari Santri di Boven Digoel Dimeriahkan Kirab Santri Sepanjang Dua Kilometer

Advertisements

&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-large"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;kabardigoel&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2025&sol;10&sol;502a37b4-25ba-42ed-a23c-92135cc4a481-300x178&period;jpeg" alt&equals;"" class&equals;"wp-image-12857"&sol;><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Kabar Digoel&comma; Boven Digoel — Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Boven Digoel&comma; Provinsi Papua Selatan&comma; berlangsung meriah dengan digelarnya Kirab Santri pada Selasa &lpar;21&sol;10&sol;2025&rpar;&period; Kegiatan yang diikuti ratusan santri&comma; ulama&comma; dan masyarakat ini mengambil rute dari Pelataran Masjid Darul Hidayah Titik Nol menuju Kantor Bupati Boven Digoel dan kembali ke titik awal&period;<&sol;p><div class&equals;"33a3bfebe4f31e4424ecd420beebe2a6" data-index&equals;"1" style&equals;"float&colon; none&semi; margin&colon;10px 0 10px 0&semi; text-align&colon;center&semi;">&NewLine;<script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-1794851051345271" &NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Kirab dilepas secara resmi oleh Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama &lpar;NU&rpar; Distrik Mandobo&comma; Ustadz Ismail Marzuki&comma; didampingi Ketua Panitia Hari Santri Nasional Kabupaten Boven Digoel&comma; Muh&period; Baharudin Yusuf&period; Barisan kirab diawali oleh para ulama&comma; tokoh agama&comma; dan pengurus wilayah NU se-Kota Tanah Merah&comma; diikuti para santri dari 15 TPQ&sol;TPA&comma; sekolah dasar&comma; Muslimah NU&comma; dan berbagai majelis taklim di daerah tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Antusiasme masyarakat tampak tinggi&period; Barisan santri membentuk arak-arakan sepanjang sekitar dua kilometer yang menghiasi jalan utama Kota Tanah Merah dengan nuansa religius dan kebangsaan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><strong>Antusiasme Santri dan Masyarakat<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Salah satu peserta kirab&comma; Ustadzah Huriah&comma; pengurus PTQ Sabilur Rosyad&comma; menyampaikan rasa syukurnya atas semangat para santri yang turut memeriahkan kegiatan ini&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Mereka antusias sekali&comma; ada 70 santri kami yang ikut — 50 santriwan dan 20 santriwati — semuanya semangat&comma; tidak ada yang mau ketinggalan&period; Bahkan ibu-ibu mereka ikut membentuk satu barisan sendiri untuk meramaikan acara ini&comma;” ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Menurut Ustadzah Huriah&comma; TPQ yang diasuhnya sejak tiga tahun lalu sudah dua kali berpartisipasi dalam kegiatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Boven Digoel&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><strong>Makna dan Sejarah Hari Santri<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober&comma; setelah ditetapkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Tanggal tersebut merujuk pada peristiwa bersejarah Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Hadratussyaikh KH&period; Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya&period; Resolusi itu menyerukan kepada ulama&comma; santri&comma; dan seluruh umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman kembalinya tentara Sekutu &lpar;NICA-Belanda&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><strong>Kegiatan Bernuansa Religius dan Kebangsaan<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Peringatan Hari Santri di berbagai daerah di Indonesia&comma; termasuk di Boven Digoel&comma; diisi dengan kegiatan yang bernuansa keagamaan&comma; kebangsaan&comma; dan kebudayaan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Selain kirab&comma; umumnya juga diselenggarakan doa bersama&comma; istigasah&comma; festival budaya santri&comma; serta berbagai lomba bernuansa islami&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Melalui peringatan ini&comma; masyarakat diharapkan semakin menumbuhkan semangat nasionalisme&comma; kecintaan terhadap tanah air&comma; serta meneguhkan peran santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia &lpar;NKRI&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;<div style&equals;"font-size&colon; 0px&semi; height&colon; 0px&semi; line-height&colon; 0px&semi; margin&colon; 0&semi; padding&colon; 0&semi; clear&colon; both&semi;"><&sol;div>

Kabardigoel Media
Exit mobile version