Site icon KABAR DIGOEL

Tanpa Gaji Pemerintah, Suparno Setia Menjaga Makam Semangga Jaya Sejak 2020

Advertisements

&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-large"><img data-id&equals;"13240" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;kabardigoel&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2026&sol;01&sol;httpwww&period;kabardigoel&period;com&lowbar;-9-300x178&period;png" alt&equals;"" class&equals;"wp-image-13240" &sol;><&sol;figure>&NewLine;<&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Kabardigoel&comma; Merauke – Tanpa dukungan anggaran pemerintah&comma; Suparno tetap setia menjalankan amanah sebagai penjaga makam Kampung Semangga Jaya&comma; Distrik Semangga&comma; Kabupaten Merauke&comma; Papua Selatan sejak 2020&period; Dengan iuran masyarakat sebagai satu-satunya sumber penghasilan&comma; ia memastikan kompleks pemakaman tetap bersih&comma; tertata rapi&comma; dan layak bagi ribuan penziarah yang datang setiap pekan&period;<&sol;p><div class&equals;"33a3bfebe4f31e4424ecd420beebe2a6" data-index&equals;"1" style&equals;"float&colon; none&semi; margin&colon;10px 0 10px 0&semi; text-align&colon;center&semi;">&NewLine;<script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-1794851051345271" &NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Dedikasi Suparno terlihat jelas di kompleks pemakaman yang terbagi atas area Muslim dan Kristen&period; Meski tanpa pagar pembatas&comma; penataan jalan tapak dan lokasi makam diatur secara rapi sehingga memudahkan pengantar jenazah dan penziarah&period; Hari Kamis sore dan Minggu menjadi waktu tersibuk&comma; di mana warga dari kampung hingga kota datang berziarah&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Setiap hari&comma; Suparno memantau kondisi makam&comma; membersihkan sampah&comma; membakar limbah&comma; hingga menyemprot rumput&period; Bahkan saat dana operasional dari kotak amal tidak mencukupi&comma; ia terpaksa menggunakan uang hasil iuran masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ironisnya&comma; meski perannya vital&comma; insentif penjaga makam hingga kini masih bergantung pada iuran warga&period; Usulan agar honor penjaga makam dialokasikan melalui dana kampung atau Pemerintah Kabupaten Merauke hanya berhenti sebagai wacana&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Di sisi lain&comma; Suparno tetap bertahan&period; Selain menjaga makam&comma; ia mengolah satu hektare sawah dan menanam cabai rawit di lahan kosong sekitar pemakaman demi menghidupi keluarga&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Di tengah keterbatasan&comma; secercah perhatian datang dari Wakil Bupati Merauke&comma; Dr&period; Fauzun Nihayah&comma; S&period;HI&comma; MH&comma; yang membantu pembangunan bendungan dan penampungan air bagi kompleks pemakaman&period; Bantuan tersebut kini memberi manfaat luas bagi masyarakat&comma; petani sekitar&comma; dan para peziarah&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Kisah Suparno menjadi potret nyata pengabdian warga kecil yang bekerja dalam senyap&comma; namun jasanya dirasakan banyak orang—sebuah pengabdian tanpa sorotan&comma; tanpa gaji tetap&comma; namun penuh makna&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;<div style&equals;"font-size&colon; 0px&semi; height&colon; 0px&semi; line-height&colon; 0px&semi; margin&colon; 0&semi; padding&colon; 0&semi; clear&colon; both&semi;"><&sol;div>

Kabardigoel Media
Exit mobile version