
Kabardigoel, Boven Digoel – Empat bandara perintis di Kabupaten Boven Digoel dipastikan dalam kondisi aman dan siap dibuka kembali setelah pengamanan diperketat oleh TNI. Langkah ini menyusul terbitnya surat edaran pelarangan sementara pelayanan penerbangan ke 11 bandara perintis di Papua oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, buntut insiden penembakan pesawat milik Smart Air di Bandara Koroway Batu yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Komando pengamanan kini berada di bawah kendali Satgas Damai Cartenz bersama Satgas TNI. Wilayah Bandara Koroway Batu telah diambil alih aparat gabungan, sementara situasi di sejumlah bandara perintis lainnya di Boven Digoel dilaporkan kondusif.
Komandan Kodim 1711/Boven Digoel, Andri Cristian, menyampaikan bahwa tiga batalyon telah ditempatkan di empat bandara strategis, yakni:
• Bandara Koroway Batu – Diisi Batalyon Satgas Yonif 123
• Bandara Bomakia – Diisi Satgas Yonif 403/WP
• Bandara Yaniruma – Diisi Satgas 126/Kala Cakti
• Bandara Manggelum – Tambahan pengisian oleh Satgas 126
“Untuk pergeseran pasukan yang pertama sudah kita isi dari Bandara Koroway Batu itu sudah ada dari Batalyon 123. Selanjutnya Bomakia sudah diisi dari Batalyon Satgas 403. Yaniruma diisi oleh Batalyon 126. Rencananya hari ini kita akan isi lagi untuk Bandara Manggelum,” ujar Letkol Inf. Andri Cristian didampingi Kapolres Boven Digoel saat memantau langsung pergeseran pasukan.
Menurut Dandim, seluruh personel kini telah menempati titik pengamanan dan situasi di empat bandara dinyatakan aman.
“Kita dari Satgas TNI mengisi untuk bandara-bandara tersebut di empat bandara kita yaitu di Bomakia, Yaniruma, Koroway Batu, dan Manggelum. Sehingga diharapkan bandara tersebut bisa dirasakan aman dan dapat dibuka kembali untuk kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, sempat terjadi penolakan dari sebagian warga saat pergeseran pasukan dilakukan. Namun pendekatan komunikasi dan edukasi oleh Satgas TNI berhasil meredam situasi. Aparat juga memastikan pengawasan tidak hanya difokuskan di jalur udara, tetapi juga jalur sungai bekerja sama dengan pihak kepolisian.
Dengan pengamanan maksimal ini, masyarakat di wilayah pedalaman Boven Digoel diharapkan kembali mendapatkan akses transportasi udara guna mendukung mobilitas orang dan distribusi logistik.







