
Kabardigoel, Boven Digoel – Kementerian Koperasi dan UKM resmi membuka pendaftaran Program Business Assistant 2026 dengan total kuota 2.585 orang di seluruh Indonesia. Program strategis ini bertujuan memperkuat ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hingga ke tingkat distrik dan kampung.
Di Kabupaten Boven Digoel, sebanyak enam peserta dinyatakan lolos seleksi dan siap ditempatkan untuk mendampingi koperasi desa yang tersebar di 120 kampung pada 20 distrik.
Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Boven Digoel, Simon Wambrauw, SE, mengungkapkan bahwa kuota nasional sebanyak 2.585 orang ini ditujukan untuk melahirkan tenaga profesional dan pelaku usaha yang mampu menjadi pendamping bisnis andal di akar rumput.
“Antusiasme pendaftaran di Boven Digoel cukup tinggi. Namun setelah melalui seleksi ketat, daerah kita mendapatkan enam orang yang siap bertugas mendampingi koperasi desa,” ujarnya.
Enam Business Assistant yang telah lulus seleksi tersebut melaporkan diri ke dinas terkait pada Senin (2/03/2026). Pemerintah daerah langsung menggelar rapat koordinasi guna mempercepat langkah teknis pendampingan di lapangan.
Program Business Assistant Kemenkop 2026 difokuskan untuk memperkuat tata kelola, manajemen usaha, akses pembiayaan, hingga pemasaran koperasi desa Merah Putih. Di Boven Digoel sendiri, target pendampingan mencakup 120 kampung di 20 distrik.
Langkah cepat ini diharapkan mampu:
- Meningkatkan profesionalisme pengurus koperasi
- Memperkuat sistem administrasi dan keuangan
- Mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan
- Membuka akses pasar lebih luas bagi produk desa
Program ini menjadi bagian dari strategi nasional pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.
Dengan hadirnya Business Assistant di tingkat kampung, pemerintah berharap koperasi desa tidak hanya aktif secara administratif, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
Pemkab Boven Digoel optimistis, enam pendamping yang ditempatkan mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi desa sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat melalui koperasi Merah Putih.







