Site icon KABAR DIGOEL

Sosialisasi Program ADEM di SMPN 2 Tanah Merah, 12 Siswa OAP Boven Digoel Berkesempatan Sekolah di Jawa dan Bali

Advertisements

&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-large"><img data-id&equals;"13430" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;kabardigoel&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2026&sol;03&sol;IMG&lowbar;7474-300x178&period;jpeg" alt&equals;"" class&equals;"wp-image-13430" &sol;><&sol;figure>&NewLine;<&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Kabardigoel&comma; Boven Digoel – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel melalui Dinas Pendidikan melaksanakan sosialisasi Program Afirmasi Pendidikan Menengah &lpar;ADEM&rpar; bagi siswa Orang Asli Papua &lpar;OAP&rpar;&period; Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMP Negeri 2 Tanah Merah dan diikuti oleh para siswa serta pihak sekolah yang berpotensi mengikuti program beasiswa pendidikan ke luar Papua&period;<&sol;p><div class&equals;"33a3bfebe4f31e4424ecd420beebe2a6" data-index&equals;"1" style&equals;"float&colon; none&semi; margin&colon;10px 0 10px 0&semi; text-align&colon;center&semi;">&NewLine;<script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-1794851051345271" &NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Kasubag Penyelenggaraan Tugas Pembantuan&comma; Alena Kutumun&comma; menjelaskan bahwa program ADEM merupakan program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan yang secara khusus diperuntukkan bagi siswa Orang Asli Papua di wilayah Tanah Papua&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Program ini memberikan kesempatan bagi siswa-siswi OAP untuk melanjutkan pendidikan di luar Papua seperti di Pulau Jawa dan Bali dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah&comma;” ujar Alena saat diwawancarai usai kegiatan sosialisasi di Tanah Merah&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2026&comma; Kabupaten Boven Digoel memperoleh kuota sebanyak 12 siswa dari total 55 kuota yang dialokasikan untuk wilayah Provinsi Papua Selatan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Menurut Alena&comma; program afirmasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membuka wawasan yang lebih luas bagi generasi muda Papua melalui pengalaman belajar di luar daerah&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Dalam kesempatan tersebut&comma; ia juga mengingatkan kepada pihak sekolah agar melakukan seleksi yang ketat terhadap calon peserta program&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Sekolah harus benar-benar memilih siswa yang memiliki niat kuat untuk belajar&comma; disiplin&comma; dan tidak memiliki kebiasaan merokok maupun mengonsumsi minuman beralkohol&comma;” tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ia menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut dapat menghambat proses pendidikan siswa ketika mereka menjalani pendidikan di luar Papua&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Karena itu&comma; peran wali kelas dan kepala sekolah sangat penting dalam memastikan bahwa siswa yang dipilih benar-benar siap&comma; baik secara mental maupun perilaku&comma; untuk mengikuti program pendidikan tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Lebih lanjut&comma; Alena mengungkapkan bahwa minat siswa terhadap program ADEM cukup tinggi&period; Setiap sekolah diperkirakan dapat mengirimkan sekitar 30 hingga 50 siswa untuk mengikuti seleksi tertulis&comma; sebelum akhirnya dipilih menjadi peserta yang lolos program afirmasi pendidikan menengah&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ia berharap program ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para siswa Orang Asli Papua untuk meningkatkan kemampuan akademik sekaligus memperluas peluang masa depan mereka&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Program ini adalah kesempatan besar bagi generasi muda Papua untuk meraih pendidikan yang lebih baik dan kembali membangun daerahnya&comma;” pungkasnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;<div style&equals;"font-size&colon; 0px&semi; height&colon; 0px&semi; line-height&colon; 0px&semi; margin&colon; 0&semi; padding&colon; 0&semi; clear&colon; both&semi;"><&sol;div>

Kabardigoel Media
Exit mobile version