<figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://kabardigoel.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG_7677-300x178.jpeg" alt="" class="wp-image-13561" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabardigoel, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi memanggil perusahaan teknologi global seperti <a href="//generic-entity?number=0">Meta Platforms</a> dan <a href="//generic-entity?number=1">Google</a> terkait dugaan pelanggaran terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP TUNAS).</p><div class="33a3bfebe4f31e4424ecd420beebe2a6" data-index="1" style="float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;">
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1794851051345271" 
 crossorigin="anonymous"></script>
</div>




<p class="wp-block-paragraph">Pemanggilan tersebut dilakukan melalui surat resmi pada Senin (30/03/2026), sebagai tindak lanjut atas ketidakpatuhan terhadap Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang merupakan aturan turunan dari PP TUNAS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Komdigi juga mengirimkan surat peringatan kepada platform digital seperti <a href="//generic-entity?number=2">TikTok</a> dan <a href="//generic-entity?number=3">Roblox</a> yang dinilai baru menunjukkan kepatuhan secara parsial</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital, khususnya terkait:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Verifikasi usia pengguna</li>



<li>Pembatasan akses bagi anak di bawah umur</li>



<li>Pengawasan konten digital</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Komdigi menegaskan bahwa seluruh platform digital wajib memenuhi ketentuan tersebut secara menyeluruh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, Komdigi memberikan apresiasi kepada <a href="//generic-entity?number=4">X</a> (sebelumnya Twitter) dan <a href="//generic-entity?number=5">Bigo Live</a> yang telah lebih dulu menerapkan kebijakan perlindungan anak, termasuk:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Verifikasi usia pengguna</li>



<li>Penonaktifan akun di bawah 16 tahun</li>



<li></li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah menegaskan akan terus melakukan pengawasan ketat dan tidak segan memberikan sanksi kepada platform yang melanggar aturan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Upaya ini penting untuk memastikan ruang digital tetap aman dan ramah anak,” tegas Komdigi.</p>

<div style="font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;"></div>
