Site icon KABAR DIGOEL

Marga Soh Dukung Ganti Rugi Lahan Bandara Tanah Merah, Tegas Tolak Aksi Pemalangan

Advertisements

&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-large"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;kabardigoel&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2026&sol;04&sol;IMG&lowbar;7889-300x178&period;jpeg" alt&equals;"" class&equals;"wp-image-13650"&sol;><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><strong>BOVEN DIGOEL<&sol;strong> – Marga Soh dari Suku Auyu menyatakan sikap tegas menolak aksi pemalangan di <strong>Bandara Tanah Merah<&sol;strong>&comma; namun tetap mendukung tuntutan pembayaran ganti rugi lahan yang diajukan lima marga dari Suku Mandobo&period;<&sol;p><div class&equals;"33a3bfebe4f31e4424ecd420beebe2a6" data-index&equals;"1" style&equals;"float&colon; none&semi; margin&colon;10px 0 10px 0&semi; text-align&colon;center&semi;">&NewLine;<script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-1794851051345271" &NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Juru Bicara Marga Soh&comma; Kasim Awe&comma; menegaskan bahwa dukungan tersebut diberikan dengan syarat pemerintah daerah memastikan pembayaran hanya diberikan kepada pihak yang benar-benar memiliki hak ulayat berdasarkan identitas budaya yang sah&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Kami tidak sepakat dengan pemalangan&comma; tetapi kami mendukung tuntutan ganti rugi&period; Pembayaran harus diberikan kepada pemilik tanah yang memiliki identitas budaya yang jelas&comma;” ujar Kasim&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Menurutnya&comma; polemik yang berkembang saat ini membutuhkan langkah cepat dari pemerintah melalui forum mediasi yang melibatkan seluruh pihak terkait&comma; termasuk Marga Soh dari Suku Auyu dan lima marga dari Suku Mandobo&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ia menilai&comma; forum tersebut menjadi ruang penting untuk mengklarifikasi kepemilikan tanah adat dengan menghadirkan bukti keterkaitan budaya masing-masing pihak&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Kami meminta pemerintah menyediakan ruang mediasi agar semua pihak dapat menyampaikan identitas budaya yang menjadi dasar hak ulayat&comma;” tambahnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Kasim juga mendorong lima marga dari Suku Mandobo untuk menjelaskan hubungan historis dan kultural mereka terhadap lahan yang disengketakan di kawasan bandara&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Lebih lanjut&comma; ia meminta Pemerintah Kabupaten Boven Digoel&comma; Lembaga Masyarakat Adat &lpar;LMA&rpar;&comma; serta tokoh adat segera mengambil langkah konkret guna menyelesaikan konflik tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Pemerintah harus memberikan kepastian status kepemilikan tanah sebagai bentuk pengakuan dan perlindungan terhadap hak masyarakat adat&comma;” tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Marga Soh juga memperingatkan potensi eskalasi konflik jika aspirasi mereka terus diabaikan&period; Mereka tidak menutup kemungkinan melakukan aksi serupa&comma; bahkan memperluasnya ke jalur transportasi strategis&comma; termasuk rute Tanah Merah–Mindiptana&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Kasim mengungkapkan bahwa permintaan mediasi sebenarnya telah disampaikan sejak 2006&comma; namun hingga kini belum pernah difasilitasi secara serius oleh pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Sejak lama kami meminta mediasi&comma; tetapi tidak pernah terealisasi&period; Padahal dalam Otonomi Khusus&comma; pemerintah memiliki peran penting dalam penyelesaian sengketa adat&comma;” pungkasnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;<div style&equals;"font-size&colon; 0px&semi; height&colon; 0px&semi; line-height&colon; 0px&semi; margin&colon; 0&semi; padding&colon; 0&semi; clear&colon; both&semi;"><&sol;div>

Kabardigoel Media
Exit mobile version