<figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://kabardigoel.com/wp-content/uploads/2026/05/1fa4ed7a-c491-4ed5-a72c-fab935df7f1b-300x178.jpeg" alt="" class="wp-image-13772" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kabardigoel, Boven Digoel –</strong> Masyarakat adat Koroway di Kabupaten Boven Digoel kembali menyuarakan tuntutan pemekaran distrik sebagai langkah strategis untuk mengakhiri ketertinggalan pembangunan di wilayah pedalaman Papua Selatan.</p><div class="33a3bfebe4f31e4424ecd420beebe2a6" data-index="1" style="float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;">
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1794851051345271" 
 crossorigin="anonymous"></script>
</div>




<p class="wp-block-paragraph">Sekretaris Jenderal sekaligus Cendekiawan Perkumpulan Persatuan Kerukunan Masyarakat Koroway, <strong>Husain Gainggatu, S.STP</strong>, menegaskan bahwa pemekaran distrik merupakan kebutuhan mendesak, bukan sekadar aspirasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini bukan lagi wacana. Ini kebutuhan nyata masyarakat Koroway untuk mendapatkan pelayanan dasar yang layak,” ujar Husain, Sabtu (2/5/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Husain mengungkapkan, hingga saat ini masyarakat Koroway belum memiliki distrik definitif, meskipun merupakan salah satu suku besar di Kabupaten Boven Digoel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari total 20 distrik yang ada, sebagian besar telah dibentuk berdasarkan basis suku. Namun, Koroway justru belum memiliki wilayah administratif sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami mempertanyakan hal ini. Suku besar seperti Koroway belum memiliki distrik, sementara yang lain sudah,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada terbatasnya akses masyarakat terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat Koroway mengusulkan dua wilayah sebagai pusat pemekaran distrik:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Kampung Waliburu</strong> (Koroway Timur)</li>



<li><strong>Kampung Seninburu</strong></li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara pusat pemerintahan direncanakan berada di <strong>Manolano</strong>, wilayah Koroway bagian tengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Husain, pemekaran distrik merupakan pintu masuk utama untuk membuka keterisolasian wilayah Koroway.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan adanya distrik definitif, diharapkan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Infrastruktur dapat dipercepat</li>



<li>Pelayanan pendidikan dan kesehatan meningkat</li>



<li>Ekonomi masyarakat tumbuh</li>



<li>Stabilitas keamanan lebih terjaga</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">“Tanpa pemekaran, sangat sulit bagi kami mengejar ketertinggalan,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aspirasi pemekaran distrik ini disebut telah lama diperjuangkan sejak pemerintahan sebelumnya, namun belum terealisasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat Koroway kini mendesak pemerintah daerah hingga pusat agar segera mengambil langkah konkret.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami juga berhak merasakan pemerataan pembangunan. Jangan sampai terus tertinggal,” tutup Husain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Desakan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya soal anggaran, tetapi juga soal keadilan dan keberpihakan terhadap masyarakat di wilayah terluar Papua.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>

<div style="font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;"></div>
Koroway Tuntut Pemekaran Distrik di Boven Digoel, Desak Pemerintah Akhiri Ketertinggalan

