<figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://kabardigoel.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG_8263-300x178.jpeg" alt="" class="wp-image-13786" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabardigoel, Boven Digoel – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan daerah tertinggal melalui Program <strong>Indonesia Food Systems and Infrastructure for Villages in Disadvantaged Areas (IFSIV)</strong>.</p><div class="33a3bfebe4f31e4424ecd420beebe2a6" data-index="1" style="float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;">
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1794851051345271" 
 crossorigin="anonymous"></script>
</div>




<p class="wp-block-paragraph">Komitmen tersebut disampaikan Direktur Penyerasian Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Kemendes PDT RI, <strong>Fince Decima Hasibuan</strong>, saat kunjungan kerja di Balai Kampung Sokanggo, Distrik Mandobo, Selasa (5/5/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fince menjelaskan, Kabupaten Boven Digoel masih masuk dalam kategori daerah tertinggal sehingga menjadi prioritas pemerintah pusat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dari sekitar 30 kabupaten tertinggal di Indonesia, program ini akan difokuskan pada 15 kabupaten, termasuk Boven Digoel,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program IFSIV saat ini masih dalam tahap perencanaan dan ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2027.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kunjungan kerja yang dilakukan tidak hanya bersifat sosialisasi, tetapi juga untuk menyerap kebutuhan langsung masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami datang untuk mendengar apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Itu akan menjadi dasar intervensi program,” kata Fince.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan ini diharapkan membuat program lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat kampung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pelaksanaannya, program IFSIV akan difokuskan pada tiga komponen utama:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fokus pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, meliputi:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Edukasi gizi</li>



<li>Perubahan perilaku hidup sehat</li>



<li>Penyiapan kader gizi</li>



<li>Sistem pemantauan kesehatan</li>



<li>Penyediaan air bersih dan sanitasi</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Meliputi:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Produksi pangan berbasis ramah iklim</li>



<li>Pelatihan dan pendampingan masyarakat</li>



<li>Penciptaan “local champions”</li>



<li>Pengembangan akses pasar dan distribusi</li>



<li>Digitalisasi pemasaran dan inovasi pangan</li>



<li></li>



<li>Penyusunan regulasi berbasis potensi lokal</li>



<li>Penguatan tata kelola sistem pangan desa</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kemendes PDT juga akan menerapkan pendekatan berbasis klaster, di mana kampung-kampung saling terhubung dan bekerja sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Misalnya satu kampung fokus produksi, kampung lain fokus pemasaran. Ini akan saling menguatkan,” jelas Fince.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fince menekankan pentingnya dukungan dari:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Pendamping desa</li>



<li>Pemerintah kampung</li>



<li>Pemerintah distrik</li>



<li>Pemerintah kabupaten</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi ini dinilai penting agar program berjalan optimal di lapangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kunjungan ini menjadi langkah awal penyusunan program IFSIV yang diharapkan mampu:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Meningkatkan ketahanan pangan</li>



<li>Mendorong kesejahteraan masyarakat</li>



<li>Mempercepat pembangunan daerah tertinggal</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Khususnya di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>

<div style="font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;"></div>
