<figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://kabardigoel.com/wp-content/uploads/2026/05/287eec95-5569-449d-b765-91de54b98acb-300x178.jpeg" alt="" class="wp-image-13799" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kabardigoel, Boven Digoel</strong> – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Boven Digoel resmi mencanangkan program <strong>Kampung Cinta Statistik (Desa Cantik)</strong> di tiga kampung di Distrik Mindiptana. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembangunan berbasis data dari tingkat kampung.</p><div class="33a3bfebe4f31e4424ecd420beebe2a6" data-index="1" style="float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;">
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1794851051345271" 
 crossorigin="anonymous"></script>
</div>




<p class="wp-block-paragraph">Kepala BPS Boven Digoel, Novita Damayanti, menegaskan bahwa pencanangan ini bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan data serta literasi statistik masyarakat, sehingga kebijakan pembangunan lebih tepat sasaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Program ini hadir untuk membantu kampung memahami dan memanfaatkan data. Dari data, kita bisa melihat kondisi riil masyarakat dan merancang pembangunan yang lebih efektif,” ujar Novita dalam sambutannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan tersebut, Novita mengungkapkan bahwa Boven Digoel menjadi satu-satunya kabupaten di wilayah Papua yang langsung mencanangkan tiga kampung sekaligus dalam program Desa Cantik tahun ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun tiga kampung yang ditetapkan adalah:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Kampung Mindiptana</li>



<li>Kampung Eksembit</li>



<li>Kampung Kakuna</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">“Biasanya hanya satu kampung per tahun. Namun tahun ini kita langsung tiga kampung. Ini pencapaian luar biasa,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program Kampung Cinta Statistik merupakan program nasional yang dikelola oleh BPS dan dilaksanakan setiap tahun. Fokus utamanya adalah:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Meningkatkan literasi statistik masyarakat</li>



<li>Meningkatkan kualitas data kampung</li>



<li>Mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Novita menekankan bahwa data yang akurat menjadi kunci dalam menentukan kebijakan yang tepat di tingkat kampung, distrik, hingga kabupaten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“BPS bukan yang paling tahu, tetapi kami hadir untuk mendampingi masyarakat agar mampu mengelola data menjadi informasi yang bermanfaat,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BPS Boven Digoel juga akan melakukan pembinaan langsung kepada aparat kampung dan masyarakat sebagai bagian dari implementasi program Desa Cantik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Peran aktif masyarakat sangat penting. Mari kita bangun data dari kampung,” ajaknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain pencanangan Desa Cantik, BPS juga akan melaksanakan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Pendataan Potensi Desa (PODES)</li>



<li>Sensus Ekonomi (mulai pertengahan Juni hingga akhir Agustus 2026)</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">BPS mengimbau masyarakat untuk menerima petugas pendataan demi kelengkapan dan keakuratan data.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Data yang kami kumpulkan akan kembali untuk kepentingan masyarakat itu sendiri,” ungkap Novita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui program ini, BPS berharap ketiga kampung tersebut dapat menjadi percontohan dalam pengelolaan data yang baik dan berkelanjutan di Kabupaten Boven Digoel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang tidak tahu menjadi tahu, yang belum ada menjadi ada. Mari kita mulai dari kampung,” tutupnya.</p>

<div style="font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;"></div>
