Kabardigoel, Boven Digoel – Polres Boven Digoel bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boven Digoel mengawal pemulangan 55 pengungsi pekerja tambang menuju Kota Jayapura. Proses pemberangkatan berlangsung aman dan tertib dari Gedung Soska, Tanah Merah, Kamis (6/8/2026) malam.
Sebanyak 55 pengungsi yang berasal dari luar Kabupaten Boven Digoel diberangkatkan sekitar pukul 21.00 WIT menggunakan dua unit truk Satgas Yon TP 803/KYK menuju Kabupaten Merauke. Selanjutnya, mereka dijadwalkan melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi udara menuju Kota Jayapura pada Jumat (7/8/2026).
Kapolres Boven Digoel, KOMPOL Dian Novita Pietersz, S.I.K., didampingi Wakapolres KOMPOL Handoyo Prasetyo, Kabag Ops AKP Sri Haryono, S.H., Kasat Samapta AKP Makmur Maming, Kasat Intelkam IPDA Giovanne P. P. Sambo Ginting, S.Tr.K., serta Kapolsek Mandobo IPDA V. D. Lufkey, S.M., memantau langsung seluruh tahapan kegiatan.
Pengawasan dilakukan mulai dari persiapan, pendataan ulang, hingga proses keberangkatan guna memastikan seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur.
Sekitar pukul 22.00 WIT, proses mobilisasi menuju Merauke dimulai dengan pendampingan Kabag Protokoler Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, Albertus Kuyat, bersama dua personel Polres Boven Digoel. Satu jam kemudian, tepat pukul 23.00 WIT, rombongan resmi diberangkatkan menuju Merauke.
Berdasarkan data yang dihimpun, total pengungsi yang dipulangkan berjumlah 55 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 53 orang merupakan orang dewasa yang terdiri atas 45 laki-laki dan 8 perempuan. Selain itu terdapat dua anak-anak, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan.
Pemulangan ini merupakan wujud sinergi antara Polri, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, dan unsur terkait dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak. Pengawalan dilakukan untuk menjamin keamanan sekaligus memberikan rasa nyaman kepada para pengungsi selama proses perjalanan menuju daerah asal.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai, situasi di lokasi maupun selama proses pemberangkatan terpantau aman, tertib, lancar, dan kondusif tanpa adanya hambatan yang berarti.
