Kabardigoel, NABIRE, PAPUA TENGAH — Kepala Suku Besar Moni Papua Tengah, Musa Kobogau, mengajak masyarakat Kampung Gerbang Sadu, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah kondisi cuaca panas dan kekeringan.
Ajakan tersebut disampaikan Musa Kobogau saat melakukan sosialisasi pencegahan Karhutla sekaligus membagikan bantuan sembako kepada masyarakat Kampung Gerbang Sadu, Senin (31/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 17.31 hingga 18.43 WIT itu diikuti sekitar 25 warga. Musa mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan, lahan maupun rumput secara sembarangan, khususnya saat kondisi lingkungan kering.
Menurut Musa, kondisi panas dan kekeringan dapat membuat api lebih cepat menyebar sehingga kebakaran sulit dikendalikan. Karhutla juga berpotensi mengancam kawasan permukiman dan keselamatan masyarakat.
“Jangan membakar hutan atau lahan dengan sengaja, karena api dapat dengan mudah menyebar dan sulit dikendalikan,” pesan Musa kepada masyarakat.
Ia menegaskan, dampak Karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengancam habitat hewan dan tumbuhan serta mengganggu kehidupan masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari lingkungan sekitar.
Musa secara khusus meminta para orang tua untuk mengingatkan anak-anak dan remaja agar tidak bermain api atau melakukan pembakaran di kawasan yang rumput dan lahannya sedang kering.
“Jangan bermain api dan jangan melakukan pembakaran di area yang kering. Mari kita lindungi hutan, lahan dan lingkungan kita demi keselamatan serta kehidupan generasi yang akan datang,” ujarnya.
Selain mengingatkan bahaya Karhutla, Musa menyampaikan bahwa tindakan pembakaran hutan dan lahan dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran maupun merugikan warga lainnya.
Khusus kepada masyarakat Suku Moni di Kampung Gerbang Sadu, Musa mengajak warga menjaga hutan dan lahan yang berada di sekitar tempat tinggal.
Menurutnya, lingkungan merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat sehingga harus dijaga bersama agar tidak rusak akibat kebakaran.
“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan, menjaga hutan dan lahan, serta menjaga keselamatan masyarakat kita,” ajaknya.
Dalam kegiatan tersebut, Musa Kobogau juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat Kampung Gerbang Sadu.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia atas bantuan yang telah diberikan melalui pendamping Kabupaten sehingga dapat disalurkan kepada keluarga yang membutuhkan.
Musa berharap bantuan serupa dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi jumlah maupun sasaran penerima, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
Sosialisasi pencegahan Karhutla dan pembagian sembako tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus memperkuat semangat gotong royong menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nabire.
