Site icon KABAR DIGOEL

Sanggar HOMO Boven Digoel Lestarikan Budaya Lewat Kerajinan Noken

Advertisements

&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-large"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;kabardigoel&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2026&sol;10&sol;430a3aeb-2904-4b2e-980d-fa1e37c68014-300x178&period;jpeg" alt&equals;"" class&equals;"wp-image-14553" &sol;><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><strong>KABARDIGOEL&comma; BOVEN DIGOEL<&sol;strong> – Sanggar HOMO di Kabupaten Boven Digoel&comma; Papua Selatan&comma; terus melestarikan budaya lokal melalui produksi kerajinan noken dan mahkota adat&period; Sanggar yang diasuh Dinas Pariwisata Kabupaten Boven Digoel ini melibatkan 26 pekerja yang mengerjakan kerajinan dari rumah masing-masing&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ketua Sanggar HOMO&comma; William Elohu&comma; saat ditemui di kediamannya di Jalan SMA RT 13&comma; Sokanggo&comma; Distrik Mandobo&comma; Selasa &lpar;13&sol;10&sol;2026&rpar;&comma; mengatakan bahwa sanggar tersebut memproduksi noken biasa dan noken jari yang dikembangkan melalui kreativitas bersama istrinya&period;<&sol;p><div class&equals;"33a3bfebe4f31e4424ecd420beebe2a6" data-index&equals;"1" style&equals;"float&colon; none&semi; margin&colon;10px 0 10px 0&semi; text-align&colon;center&semi;">&NewLine;<script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-1794851051345271" &NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Menurut William&comma; noken produksi Sanggar HOMO memiliki harga bervariasi&comma; mulai dari Rp200&period;000 hingga Rp500&period;000&comma; bergantung pada ukuran&period; Kerajinan tersebut memadukan motif seni rajutan Suku Kombai dengan unsur motif seni Suku Auyu dan Korowai&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Jenis noken yang kami produksi ada noken biasa dan noken jari&period; Pengerjaannya melibatkan anggota sanggar yang bekerja dari rumah masing-masing&comma;” ujar William&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ia menjelaskan&comma; pada awal pembentukannya&comma; Sanggar HOMO telah memiliki struktur bidang seni yang mencakup seni pahat&comma; seni ukir&comma; dan seni lukis&period; Namun&comma; ketiga bidang tersebut belum dapat berproduksi karena keterbatasan ketersediaan bahan baku&period; Untuk sementara&comma; kegiatan produksi difokuskan pada noken dan mahkota adat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">William mengungkapkan&comma; produk noken Sanggar HOMO mulai dikenal di luar daerah melalui promosi dalam berbagai pagelaran seni dan budaya&period; Sejak 2024&comma; produk tersebut telah dipromosikan dalam kegiatan seni budaya di sejumlah kota&comma; termasuk Jakarta&comma; Bandung&comma; dan Bali&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Promosi tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan kerajinan khas masyarakat Boven Digoel kepada khalayak yang lebih luas sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi merajut noken&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Dalam proses produksi&comma; Sanggar HOMO menggunakan serat kayu genemo sebagai bahan baku noken&period; Bahan tersebut diperoleh dari kawasan hutan di sekitar Kota Tanah Merah&comma; sepanjang aliran Sungai Digoel&comma; dengan membeli dari pemilik hak atas bahan baku&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">William menyebutkan&comma; biaya pengadaan bahan baku dari kawasan tersebut dapat mencapai Rp500&period;000&period; Sementara itu&comma; bahan baku di wilayah Kombai sebenarnya tersedia dan berasal dari wilayah yang dikuasai masyarakat setempat&period; Namun&comma; biaya transportasi untuk mengambilnya diperkirakan mencapai Rp5 juta&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Pertimbangan biaya tersebut membuat William bersama anggota sanggar memilih mengambil bahan baku dari kawasan sekitar Kota Tanah Merah agar pengeluaran produksi lebih terkendali&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Sanggar HOMO mengusung falsafah &OpenCurlyDoubleQuote;Bersatu dalam Kebersamaan&comma; Belajar dari Budaya dan Bersatu untuk Generasi” sebagai landasan kegiatan seni&comma; budaya&comma; pendidikan&comma; dan pelestarian adat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Melalui produksi noken dan mahkota adat&comma; Sanggar HOMO tidak hanya berupaya mempertahankan keterampilan tradisional&comma; tetapi juga membuka ruang keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi kreatif berbasis budaya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ke depan&comma; ketersediaan bahan baku dan dukungan pengembangan produksi menjadi faktor penting agar sanggar dapat mengembangkan kembali bidang seni pahat&comma; ukir&comma; dan lukis&comma; sekaligus memperluas pengenalan budaya lokal Boven Digoel ke tingkat yang lebih luas&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;<div style&equals;"font-size&colon; 0px&semi; height&colon; 0px&semi; line-height&colon; 0px&semi; margin&colon; 0&semi; padding&colon; 0&semi; clear&colon; both&semi;"><&sol;div>

Kabardigoel Media
Exit mobile version