Site icon KABAR DIGOEL

Dinkes Boven Digoel Perkuat Layanan Gizi dan Kesehatan Ibu Anak

Advertisements

&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-large"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;kabardigoel&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2026&sol;10&sol;cdc66960-7409-479b-9f5e-d2439de1e905-300x178&period;jpeg" alt&equals;"" class&equals;"wp-image-14613" &sol;><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><strong>KABAR DIGOEL&comma; BOVEN DIGOEL<&sol;strong> – Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel memperkuat koordinasi&comma; jejaring pelayanan&comma; dan supervisi fasilitatif untuk meningkatkan kualitas program gizi dan kesehatan ibu dan anak &lpar;KIA&rpar;&period; Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi ibu hamil&comma; ibu bersalin&comma; bayi baru lahir&comma; dan balita di wilayah tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Komitmen itu disampaikan Pelaksana Harian &lpar;Plh&period;&rpar; Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel&comma; Murniati&comma; S&period;K&period;M&period;&comma; dalam sambutan pada kegiatan Koordinasi&comma; Implementasi&comma; Jejaring&comma; dan Supervisi Fasilitatif Program Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak&comma; Kamis &lpar;22&sol;10&sol;2026&rpar;&period;<&sol;p><div class&equals;"33a3bfebe4f31e4424ecd420beebe2a6" data-index&equals;"1" style&equals;"float&colon; none&semi; margin&colon;10px 0 10px 0&semi; text-align&colon;center&semi;">&NewLine;<script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-1794851051345271" &NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Murniati mengatakan&comma; peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi yang sehat&comma; cerdas&comma; kreatif&comma; dan berkualitas&period; Karena itu&comma; pelayanan kesehatan harus dilakukan secara berkesinambungan&comma; mulai dari masa kehamilan&comma; persalinan&comma; masa nifas&comma; perawatan bayi baru lahir&comma; hingga pemantauan tumbuh kembang anak&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Menurutnya&comma; pelayanan gizi juga perlu dilaksanakan secara terpadu melalui promosi kesehatan&comma; pencegahan&comma; deteksi dini&comma; penanganan masalah gizi&comma; serta tindak lanjut sesuai kebutuhan masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Keberhasilan program gizi dan kesehatan ibu dan anak tidak dapat dicapai hanya melalui kerja satu pihak di fasilitas kesehatan&period; Diperlukan kolaborasi yang kuat&comma; pembagian peran yang jelas&comma; serta komitmen bersama agar setiap ibu&comma; bayi&comma; dan balita memperoleh pelayanan yang tepat dan berkualitas&comma;” ujar Murniati&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Murniati menekankan bahwa kondisi geografis Boven Digoel&comma; akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan&comma; ketersediaan tenaga medis&comma; serta karakteristik masyarakat di setiap wilayah perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan program&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Untuk itu&comma; ia mengajak Dinas Kesehatan&comma; puskesmas&comma; rumah sakit&comma; posyandu&comma; pemerintah kampung&comma; kader kesehatan&comma; organisasi profesi&comma; dan unsur lintas sektor untuk memperkuat koordinasi serta jejaring pelayanan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Komunikasi yang efektif&comma; koordinasi terarah&comma; dan pembagian tanggung jawab yang jelas dinilai penting agar setiap unsur dapat menjalankan perannya secara optimal&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Selain itu&comma; penguatan sistem rujukan bagi ibu hamil&comma; ibu bersalin&comma; bayi baru lahir&comma; serta anak yang mengalami masalah kesehatan maupun gizi juga menjadi perhatian&period; Sistem rujukan perlu didukung komunikasi yang baik&comma; kesiapan fasilitas kesehatan penerima&comma; dan pemantauan tindak lanjut agar pasien mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Dalam kesempatan tersebut&comma; Murniati juga menyoroti pentingnya supervisi fasilitatif yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Menurutnya&comma; supervisi tidak hanya bertujuan memeriksa atau menilai kinerja petugas kesehatan&comma; tetapi juga menjadi sarana pembinaan&comma; pendampingan&comma; diskusi&comma; dan pemecahan masalah yang dihadapi tenaga kesehatan di lapangan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Melalui supervisi fasilitatif&comma; kita berharap berbagai kendala dalam pelaksanaan program dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama sehingga kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus meningkat&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ia menambahkan&comma; keberhasilan program kesehatan ibu dan anak tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan atau tersusunnya laporan administrasi&period; Hasil program juga perlu terlihat dari meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan&comma; ketepatan waktu penanganan&comma; kesinambungan pelayanan&comma; serta kualitas layanan yang diterima&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Bupati Boven Digoel melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum&comma; unsur Badan Perencanaan Pembangunan&comma; Riset dan Inovasi Daerah&comma; perangkat daerah terkait&comma; Direktur RSUD Boven Digoel atau perwakilan&comma; dokter spesialis&comma; kepala distrik&comma; kepala kampung&comma; organisasi profesi kesehatan&comma; serta perwakilan rumah sakit&comma; puskesmas&comma; dan kader posyandu&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Menutup sambutannya&comma; Murniati menyampaikan apresiasi kepada panitia&comma; narasumber&comma; peserta&comma; dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut&period; Ia berharap sinergi lintas sektor terus diperkuat agar pelayanan gizi dan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Boven Digoel semakin baik&comma; merata&comma; dan berkelanjutan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;<div style&equals;"font-size&colon; 0px&semi; height&colon; 0px&semi; line-height&colon; 0px&semi; margin&colon; 0&semi; padding&colon; 0&semi; clear&colon; both&semi;"><&sol;div>

Kabardigoel Media
Exit mobile version