<figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://kabardigoel.com/wp-content/uploads/2026/10/63c16415-35be-4f51-a95b-923b19dfedfc-300x178.jpeg" alt="" class="wp-image-14626" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">KABAR DIGOEL, BOVEN DIGOEL – Pengukuhan dan pelantikan pengurus Paguyuban Kerukunan Masyarakat Jawa (PKMJ) Kabupaten Boven Digoel periode 2026–2031 ditunda menyusul rangkaian musibah, terutama kebakaran, yang melanda masyarakat di wilayah tersebut. Ketua PKMJ terpilih, Suwarno, menegaskan bahwa kepedulian terhadap warga terdampak menjadi alasan utama penundaan acara yang semula dijadwalkan pada 17 Oktober 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suwarno mengatakan, hingga kini panitia belum menetapkan tanggal baru untuk pengukuhan. Meski demikian, ia berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dalam waktu dekat setelah situasi memungkinkan.</p><div class="33a3bfebe4f31e4424ecd420beebe2a6" data-index="1" style="float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;">
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1794851051345271" 
 crossorigin="anonymous"></script>
</div>




<p class="wp-block-paragraph">“Selama ini memang perencanaan itu bulan 10 tanggal 17, namun dengan keadaan musibah itu tidak ada berhentinya, ya kita mengalah diundur,” ujar Suwarno.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, PKMJ merupakan paguyuban yang menjunjung tinggi nilai gotong royong dan kepedulian sosial. Karena itu, pengurus memilih menunda kegiatan seremonial agar tidak terkesan merayakan sesuatu ketika sebagian masyarakat sedang menghadapi kesulitan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Paguyuban itu sifatnya gotong royong. Kalau kita maunya senang-senang terus masyarakat yang lain susah-susah, kita tidak tega,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suwarno mengungkapkan, berbagai musibah di Kota Tanah Merah dan sekitarnya kerap berdampak pada warga Jawa yang tergabung dalam PKMJ. Peristiwa tersebut meliputi kebakaran, anggota yang sakit, hingga warga yang meninggal dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situasi itu membuat paguyuban memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir membantu anggotanya. Suwarno menegaskan bahwa dirinya siap mengambil peran langsung dalam merespons setiap persoalan yang terjadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai ketua terpilih, ia menilai tanggung jawab kepemimpinan tidak hanya sebatas jabatan, tetapi juga kesiapan untuk berada di garis depan ketika anggota membutuhkan bantuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Mau tidak mau, bisa tidak bisa, harus duluan. Itu tanggung jawab kita,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski jadwal pengukuhan PKMJ Boven Digoel belum ditetapkan, persiapan perlengkapan upacara tetap berlangsung. Saat ini, pengurus masih menunggu kedatangan blangkon yang dipesan dari Pulau Jawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Blangkon tersebut akan dikenakan para tokoh dan pengurus di berbagai bidang. Sementara itu, Ketua dan Wakil Ketua direncanakan mengenakan setelan jas hitam lengkap dengan keris. Suwarno menyebutkan bahwa keris dan perlengkapan busana lainnya telah tiba, sedangkan blangkon masih dalam proses pengiriman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengukuhan mendatang menjadi pengukuhan keempat bagi PKMJ Boven Digoel. Namun, bagi Suwarno, kegiatan ini merupakan pengalaman pertamanya dikukuhkan sebagai ketua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait pembiayaan perlengkapan, ia menjelaskan bahwa kepengurusan saat ini belum memiliki kas organisasi karena sedang memulai lembaran baru. Dalam rapat, disepakati bahwa setiap anggota membeli perlengkapannya masing-masing, sedangkan pengadaan dikoordinasikan oleh Suwarno.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mengapresiasi antusiasme anggota yang menyetujui kesepakatan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suwarno turut menjelaskan bahwa perkumpulan masyarakat Madura melalui IKAMA dan masyarakat Sunda berada di bawah naungan PKMJ di Boven Digoel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keduanya tidak dikukuhkan bersamaan karena induk organisasi masing-masing belum terbentuk di daerah tersebut. Ia menjelaskan bahwa IKAMA saat ini berbentuk perkumpulan dan belum menjalani proses pengukuhan tersendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengenai pihak yang akan mengukuhkan kepengurusan, Suwarno menyampaikan bahwa pengurus semula berharap dapat mengundang Wakil Gubernur Papua Selatan. Namun, rencana tersebut masih dipertimbangkan dengan melihat kondisi dan kesiapan penyelenggaraan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alternatif lainnya adalah meminta pengukuhan dari tingkat daerah atau melalui ASIKI sebagai induk organisasi. Keputusan akhir akan dibahas bersama panitia dengan mempertimbangkan kesiapan pelaksanaan di Kabupaten Boven Digoel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suwarno menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengundang tamu apabila persiapan di daerah belum memadai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menutup keterangannya, ia meminta seluruh masyarakat Jawa di Kabupaten Boven Digoel untuk bersabar menunggu jadwal resmi pengukuhan. Ia juga memastikan bahwa dokumen kepengurusan telah ditandatangani oleh Ketua ASIKI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Seluruh masyarakat Jawa tolong sabar dulu,” pesannya.</p>

<div style="font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;"></div>
