Site icon KABAR DIGOEL

HATM Desak Pasar Perbatasan Resmi Segera Dibentuk di Yetetkun

Advertisements

&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-large"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;kabardigoel&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2026&sol;10&sol;275aefcd-b57d-4bab-8085-8624eba3c7f0-300x178&period;jpeg" alt&equals;"" class&equals;"wp-image-14664"&sol;><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Kabardigoel&comma; BOVEN DIGOEL&comma; PAPUA SELATAN – Ketua Himpunan Anak Tanah Merah &lpar;HATM&rpar;&comma; Norbertus Wagi&comma; mendesak Pemerintah Kabupaten Boven Digoel bersama Badan Nasional Pengelola Perbatasan &lpar;BNPP&rpar; dan instansi terkait segera membentuk pasar perbatasan resmi di Pos Lintas Batas Negara &lpar;PLBN&rpar; Yetetkun&comma; Distrik Ninati&comma; Kabupaten Boven Digoel&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Desakan tersebut disampaikan menyikapi aktivitas perdagangan informal serta arus keluar masuk barang dan warga antara Indonesia dan Papua Nugini &lpar;PNG&rpar; yang&comma; menurut HATM&comma; perlu mendapat pengawasan dan pengaturan lebih terarah&period;<&sol;p><div class&equals;"33a3bfebe4f31e4424ecd420beebe2a6" data-index&equals;"1" style&equals;"float&colon; none&semi; margin&colon;10px 0 10px 0&semi; text-align&colon;center&semi;">&NewLine;<script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-1794851051345271" &NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Norbertus menilai keberadaan PLBN Yetetkun seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai pintu pemeriksaan lintas negara&comma; tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat&comma; terutama Orang Asli Papua &lpar;OAP&rpar; sebagai pemilik hak ulayat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Jangan sampai PLBN Yetetkun yang dibangun dengan uang negara Rp127 miliar hanya menjadi jalur keuntungan pedagang luar&comma; sementara pemilik tanah hanya menjadi penonton di negeri sendiri&comma;” tegas Norbertus dalam pernyataan tertulisnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Norbertus mengusulkan tujuh langkah strategis yang dapat dipertimbangkan pemerintah daerah bersama instansi berwenang untuk menata aktivitas perdagangan lintas batas di Yetetkun&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Pertama&comma; pemerintah daerah diminta menyiapkan lokasi pasar perbatasan resmi di sekitar PLBN&period; Pasar tersebut diharapkan menjadi tempat transaksi yang teratur&comma; sehingga aktivitas perdagangan masyarakat Indonesia dan PNG dapat berlangsung dengan pengawasan yang jelas&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Kedua&comma; HATM mendorong penyusunan regulasi perdagangan lintas batas yang mengatur jenis barang yang diperbolehkan&comma; batas transaksi&comma; serta larangan terhadap barang tertentu&period; Pengaturannya perlu diselaraskan dengan perjanjian perdagangan lintas batas Indonesia dan PNG serta ketentuan hukum yang berlaku&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ketiga&comma; fungsi pelayanan kepabeanan&comma; keimigrasian&comma; dan karantina perlu diperkuat melalui koordinasi antarlembaga&period; Menurut Norbertus&comma; pencatatan perlintasan orang dan barang penting untuk mendukung pengawasan&comma; keamanan&comma; serta pengelolaan potensi penerimaan negara dan daerah sesuai kewenangan masing-masing&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ia menyebut sejumlah komoditas yang menurutnya bergerak dalam perdagangan lintas batas&comma; antara lain pinang&comma; sirih&comma; minuman ringan&comma; rokok&comma; gula&comma; dan beras dari Indonesia ke PNG&period; Sementara itu&comma; vanili&comma; gaharu&comma; dan hasil hutan disebut sebagai komoditas yang berpotensi masuk dari PNG&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">HATM menilai perdagangan komoditas tersebut perlu ditata dengan memperhatikan ketentuan kepabeanan&comma; karantina&comma; perlindungan lingkungan&comma; dan peraturan perdagangan lintas negara&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Keempat&comma; Norbertus mengusulkan pembentukan Koperasi Perbatasan Yetetkun yang melibatkan OAP&comma; khususnya masyarakat pemilik hak ulayat di wilayah Ninati dan Yetetkun&period; Koperasi tersebut diharapkan dapat membuka akses usaha bagi masyarakat adat dan memperkuat posisi mereka dalam rantai perdagangan perbatasan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ia juga mengusulkan agar 70 persen lapak pasar diprioritaskan bagi mama-mama OAP sebagai upaya memperluas kesempatan berusaha bagi perempuan setempat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Kelima&comma; HATM mengusulkan penyediaan informasi kurs rupiah terhadap kina Papua Nugini pada papan informasi di kawasan PLBN&period; Langkah ini diharapkan membantu masyarakat memahami nilai tukar dan mengurangi risiko kerugian akibat perbedaan kurs dalam transaksi&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Keenam&comma; Norbertus mendorong pembentukan satuan tugas terpadu ekonomi perbatasan yang melibatkan pengelola PLBN&comma; aparat keamanan&comma; Bea Cukai&comma; karantina&comma; pemerintah Distrik Ninati&comma; serta perwakilan HATM&period; Satuan tugas tersebut diharapkan memperkuat koordinasi pengawasan jalur tidak resmi&comma; pendataan aktivitas perdagangan&comma; dan penyampaian informasi kepada masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ketujuh&comma; ia meminta penyelesaian persoalan hak ulayat yang disebut masih menyisakan persoalan ganti rugi tanah adat sebesar Rp4&comma;45 miliar&period; Menurut HATM&comma; kejelasan penyelesaian hak masyarakat adat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kawasan perbatasan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Dalam pernyataannya&comma; Norbertus menyebut PLBN Yetetkun dibangun dengan anggaran sekitar Rp127 miliar dan diresmikan Presiden pada 2 Oktober 2024&period; Ia menilai keberadaan fasilitas tersebut perlu diikuti kebijakan ekonomi yang mampu membuka peluang usaha bagi masyarakat di wilayah perbatasan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Menurutnya&comma; aktivitas perdagangan yang berkembang tanpa pengaturan memadai berisiko menyulitkan pencatatan arus barang&comma; pengawasan lintas batas&comma; dan perlindungan kepentingan ekonomi masyarakat lokal&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Karena itu&comma; HATM meminta Pemerintah Kabupaten Boven Digoel berkoordinasi dengan BNPP&comma; Bea Cukai&comma; Imigrasi&comma; karantina&comma; serta instansi terkait lainnya untuk mengkaji usulan tersebut sesuai kewenangan dan peraturan yang berlaku&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Norbertus menegaskan HATM mendukung keberadaan PLBN Yetetkun sebagai beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia &lpar;NKRI&rpar;&period; Namun&comma; ia berharap pengembangan kawasan perbatasan turut memperhatikan hak masyarakat adat&comma; membuka kesempatan ekonomi bagi warga lokal&comma; dan mendorong tata kelola perdagangan yang tertib&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Kami meminta pasar perbatasan resmi dan koperasi OAP segera dibentuk&comma;” demikian penegasan Norbertus Wagi selaku Ketua HATM&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;<div style&equals;"font-size&colon; 0px&semi; height&colon; 0px&semi; line-height&colon; 0px&semi; margin&colon; 0&semi; padding&colon; 0&semi; clear&colon; both&semi;"><&sol;div>

Kabardigoel Media
Exit mobile version