
Kabar Digoel, Boven Digoel — Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, berlangsung meriah dengan digelarnya Kirab Santri pada Selasa (21/10/2025). Kegiatan yang diikuti ratusan santri, ulama, dan masyarakat ini mengambil rute dari Pelataran Masjid Darul Hidayah Titik Nol menuju Kantor Bupati Boven Digoel dan kembali ke titik awal.
Kirab dilepas secara resmi oleh Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Distrik Mandobo, Ustadz Ismail Marzuki, didampingi Ketua Panitia Hari Santri Nasional Kabupaten Boven Digoel, Muh. Baharudin Yusuf. Barisan kirab diawali oleh para ulama, tokoh agama, dan pengurus wilayah NU se-Kota Tanah Merah, diikuti para santri dari 15 TPQ/TPA, sekolah dasar, Muslimah NU, dan berbagai majelis taklim di daerah tersebut.
Antusiasme masyarakat tampak tinggi. Barisan santri membentuk arak-arakan sepanjang sekitar dua kilometer yang menghiasi jalan utama Kota Tanah Merah dengan nuansa religius dan kebangsaan.
Antusiasme Santri dan Masyarakat
Salah satu peserta kirab, Ustadzah Huriah, pengurus PTQ Sabilur Rosyad, menyampaikan rasa syukurnya atas semangat para santri yang turut memeriahkan kegiatan ini.
“Mereka antusias sekali, ada 70 santri kami yang ikut — 50 santriwan dan 20 santriwati — semuanya semangat, tidak ada yang mau ketinggalan. Bahkan ibu-ibu mereka ikut membentuk satu barisan sendiri untuk meramaikan acara ini,” ungkapnya.
Menurut Ustadzah Huriah, TPQ yang diasuhnya sejak tiga tahun lalu sudah dua kali berpartisipasi dalam kegiatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Boven Digoel.
Makna dan Sejarah Hari Santri
Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober, setelah ditetapkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.
Tanggal tersebut merujuk pada peristiwa bersejarah Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya. Resolusi itu menyerukan kepada ulama, santri, dan seluruh umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman kembalinya tentara Sekutu (NICA-Belanda).
Kegiatan Bernuansa Religius dan Kebangsaan
Peringatan Hari Santri di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Boven Digoel, diisi dengan kegiatan yang bernuansa keagamaan, kebangsaan, dan kebudayaan.
Selain kirab, umumnya juga diselenggarakan doa bersama, istigasah, festival budaya santri, serta berbagai lomba bernuansa islami.
Melalui peringatan ini, masyarakat diharapkan semakin menumbuhkan semangat nasionalisme, kecintaan terhadap tanah air, serta meneguhkan peran santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).







