Germas Sapa Dorong Keamanan Pangan di Boven Digoel, Komitmen Lintas Sektor Diperkuat

Berita6 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Boven Digoel – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel terus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Sadar, Pangan Aman (Germas Sapa). Advokasi komitmen lintas sektor digelar pada Kamis (30/04/2026) dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan daerah.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyatukan persepsi dan komitmen bersama guna menciptakan sistem keamanan pangan yang berkelanjutan dari tingkat keluarga hingga pemerintah daerah.

Kepala Loka POM di Kabupaten Merauke, Minarto, S.Farm., Apt menegaskan bahwa keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab satu instansi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Keamanan pangan harus menjadi gerakan bersama, mulai dari keluarga, sekolah, pasar hingga pemerintah daerah,” ujarnya.

Advokasi ini diikuti oleh berbagai instansi seperti Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta pemerintah distrik dan kelurahan. Bupati Boven Digoel turut hadir memberikan dukungan penuh terhadap optimalisasi program Germas Sapa.

Program Germas Sapa difokuskan pada tiga sektor utama:

  • Desa pangan aman
  • Pasar aman berbasis komunitas
  • Sekolah dengan pembudayaan keamanan pangan

Ketiga sektor tersebut menjadi fondasi dalam membangun sistem keamanan pangan dari hulu hingga hilir.

Menurut Minarto, implementasi dilakukan melalui pembentukan kader keamanan pangan di lingkungan sekolah, pasar, dan masyarakat.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini agar berjalan efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sejak diluncurkan pada tahun 2020, program Germas Sapa menunjukkan hasil yang signifikan. Di lingkungan sekolah, risiko pencemaran pangan dan kejadian luar biasa akibat pangan tidak aman mengalami penurunan.

Sementara di pasar, temuan bahan berbahaya secara nasional menurun dari sekitar 20 persen menjadi 12 persen.

Meski menunjukkan progres positif, tantangan terbesar masih terletak pada komitmen lintas sektor.

Minarto menekankan bahwa kesadaran kolektif menjadi kunci utama keberhasilan program.

“Jika semua pihak memiliki pemahaman yang sama, maka kemandirian pangan aman akan lebih mudah diwujudkan,” tegasnya.

Melalui advokasi ini, diharapkan sinergi antar stakeholder terus diperkuat dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Boven Digoel.

Program Germas Sapa juga diharapkan dapat diperluas ke lebih banyak desa, sekolah, dan pasar, sehingga menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat.

“Kami berharap Germas Sapa terus berkembang sebagai gerakan bersama untuk menciptakan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi,” tutup Minarto.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *