
Kabardigoel, Boven Digoel, Papua Selatan – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menegaskan komitmennya untuk mendorong kesejahteraan masyarakat Kabupaten Boven Digoel melalui pengembangan kelapa sawit yang melibatkan masyarakat dan mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Kusdi Sastro Kidjan, saat menghadiri Sosialisasi Kemitraan untuk Kesejahteraan Pembangunan Kelapa Sawit di Kampung Anggai, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Selasa (1/9/2026).
Kusdi menegaskan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), orientasi Agrinas Palma tidak semata-mata mengejar keuntungan, tetapi juga menjalankan tugas negara untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“BUMN itu, yang pertama orientasinya justru kesejahteraan masyarakat. Kami diberi tugas oleh negara. Jadi, bukan profit oriented saja,” kata Kusdi.
Menurutnya, pengembangan sektor kelapa sawit menjadi salah satu bidang yang dapat membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah.
“Negara ini kan kaya raya. Jadi, kita semua, termasuk bapak-bapak dan ibu-ibu, harus sejahtera. Salah satunya melalui bidang yang sekarang sedang kami geluti, yakni kelapa sawit,” ujarnya.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian awal dari rencana pengembangan program Agrinas Palma di Papua Selatan. Kegiatan ini menghadirkan unsur pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Melalui sosialisasi, masyarakat diberikan ruang untuk memperoleh informasi mengenai rencana program sekaligus menyampaikan kritik, masukan, maupun pandangan sebelum tahapan pembangunan berikutnya dilaksanakan.
Kusdi mengatakan, kritik dan masukan masyarakat merupakan bagian penting dalam pengelolaan proyek.
Agrinas Palma, lanjut dia, mengedepankan tiga aspek utama dalam pelibatan masyarakat, yakni penguatan kehidupan berkelanjutan, dukungan terhadap kesehatan dan pendidikan, serta perlindungan lingkungan.
Bupati Boven Digoel, Roni Omba, menyambut positif pelibatan masyarakat dalam rencana pengembangan pembangunan kelapa sawit di wilayah tersebut.
Menurut Roni, pembangunan yang diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, membuka lapangan pekerjaan, dan mempercepat pembangunan daerah perlu dilaksanakan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat.
“Namun, proses pembangunan harus dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip keterbukaan, koordinasi, kepastian hukum, keberlanjutan, serta kepentingan masyarakat,” kata Roni.
Ia menilai sosialisasi menjadi tahapan penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan komprehensif terkait maksud, tujuan, tahapan, manfaat, hingga potensi dampak dari program yang akan dilaksanakan.
Pemkab Boven Digoel, kata Roni, siap membangun sinergi dan koordinasi konstruktif dengan PT Agrinas Palma Nusantara, pemerintah pusat, serta seluruh pemangku kepentingan.
PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) merupakan BUMN di bawah Danantara Indonesia yang mendapat tugas negara untuk mengembangkan pembangunan kelapa sawit terpadu dalam rangka mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pengembangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi kelapa sawit nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan kemitraan.
Di Papua Selatan, pengembangan kelapa sawit terpadu tersebut mencakup wilayah Boven Digoel, Mappi, Merauke, dan Asmat sebagai bagian dari Kawasan Swasembada Pangan, Energi dan Air Nasional (KSPEAN).
Dengan sosialisasi yang dilakukan sejak tahap awal, pemerintah daerah berharap pengembangan program dapat berjalan secara terbuka, berkelanjutan, memiliki kepastian hukum, serta tetap menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian penting dari proses pembangunan.







