
BOVEN DIGOEL – Sebanyak tiga kandidat resmi bertarung dalam bursa pemilihan Ketua KKST Boven Digoel (Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara) untuk masa bakti periode 2026–2031. Kehadiran para calon pemimpin paguyuban perantau ini lahir langsung dari representasi aspirasi warga di daerah penugasan maupun rantau.
Ketua Panitia Pemilihan Ketua KKST Kabupaten Boven Digoel, La Abdui Halim, menjelaskan bahwa ketiga figur tersebut merupakan hasil usulan sejumlah kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki basis populasi cukup dominan di Boven Digoel.
“Para kandidat yang maju ini pada dasarnya merupakan usulan dari berbagai kabupaten yang ada di Sulawesi Tenggara,” jelas La Abdui Halim.
Ia merinci, sebaran basis daerah yang menyodorkan nama kandidat tersebut meliputi:
Kabupaten Buton Tengah,
Kabupaten Wakatobi, dan
Kabupaten Buton Selatan.
La Abdui Halim menilai perbedaan asal-usul kedaerahan para kandidat adalah hal lumrah sekaligus cerminan dinamika berorganisasi yang sehat. Menurutnya, kontestasi ini harus dimaknai sebagai sarana mempererat ikatan kekeluargaan dan solidaritas antarsesama perantau asal jazirah tenggara Sulawesi di Tanah Papua.
Pihak panitia juga menitipkan pesan penting bagi siapapun figur yang kelak memegang tampuk kepemimpinan agar bersikap inklusif dan mengayomi seluruh golongan tanpa sekat kedaerahan.
“Yang terpenting setelah pemilihan ini, seluruh warga KKST tetap bersatu dan bersama-sama membangun organisasi,” pungkasnya.







