
Kabardigoel, Boven Digoel – Ikatan Perempuan Wambon Kabupaten Boven Digoel memperingati satu tahun terbentuknya organisasi melalui kegiatan syukuran yang digelar pada Sabtu, 19 September 2026.
Ketua Ikatan Perempuan Wambon Kabupaten Boven Digoel, Evelince Amotey, mengatakan momentum satu tahun menjadi kesempatan bagi seluruh anggota untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mengevaluasi perjalanan organisasi sejak dibentuk pada 19 September 2025.
“Sudah satu tahun usia kami. Kalau kita lihat seperti anak manusia, anak yang baru lahir dan sekarang sedang dalam proses merangkak. Banyak hal yang belum kami lakukan, tetapi kami yakin dan percaya bahwa ini semua adalah proses,” ujar Evelince dalam sambutannya.
Menurut Evelince, organisasi tersebut dibentuk di Aula Kantor Bupati Boven Digoel dan sejak awal diarahkan untuk memperkuat kebersamaan serta meningkatkan peran perempuan Wambon dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah pendataan anggota melalui aplikasi. Pendataan tersebut mencakup informasi mengenai pendidikan, pekerjaan, dan data lainnya untuk memetakan potensi serta kapasitas perempuan Wambon di Kabupaten Boven Digoel.
Selain pendataan, Ikatan Perempuan Wambon juga telah menjalankan kegiatan sosial, salah satunya aksi donor darah sukarela yang dilaksanakan bersama pihak rumah sakit dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Boven Digoel.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 23 orang tercatat sebagai peserta donor, sedangkan tujuh orang berhasil mendonorkan darahnya. Darah yang terkumpul kemudian langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan pelayanan.
Evelince mengatakan kegiatan sosial tersebut menunjukkan bahwa perempuan Wambon dapat berkontribusi dalam membantu masyarakat sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak.
“Ini jelas bukti kita saling mendukung, baik itu di pemerintah maupun kegiatan-kegiatan sosial,” katanya.
Ke depan, Ikatan Perempuan Wambon menargetkan pelaksanaan pelatihan kepemimpinan perempuan. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas anggota sehingga mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.
Evelince menegaskan perempuan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dapat menjadi pelaku dan eksekutor pembangunan sesuai kompetensi serta kemampuan masing-masing.
“Kami rasa kegiatan ini sangat penting, bagaimana perempuan Wambon bisa mengambil bagian dan berperan untuk ke depan. Kita tidak mungkin menjadi penonton, tetapi kami juga sebagai eksekutor dalam pembangunan, kami sebagai pelaku-pelaku pembangunan,” tegasnya.
Ia mengakui pelaksanaan berbagai program masih menghadapi keterbatasan waktu dan biaya. Ikatan Perempuan Wambon juga belum memiliki sumber pendapatan tetap untuk mendukung seluruh kegiatan organisasi.
Meski demikian, Evelince menyebut kebersamaan anggota menjadi modal utama dalam menjalankan program.
“Organisasi kami ini bukan organisasi yang mempunyai biaya tetap. Tetapi puji Tuhan, teman-teman ini dari kita dan untuk kita. Banyak kegiatan yang kami lakukan tidak butuh biaya besar, hanya kebersamaan saja,” ungkapnya.
Pada peringatan satu tahun tersebut, Evelince mengajak seluruh anggota meninggalkan perbedaan pendapat dan memperkuat persatuan untuk mendukung pembangunan Kabupaten Boven Digoel.
Ia berharap perempuan Wambon dapat terus bergandengan tangan dan memberikan kontribusi sesuai bidang masing-masing.
“Harapan saya di acara ulang tahun ini, kita tinggalkan perbedaan pendapat. Mari kita sama-sama bergandengan tangan untuk terus berjuang bersama-sama membangun Boven Digoel dengan cara kita masing-masing,” pungkas Evelince.
Kegiatan syukuran tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, Kepala Dinas Kominfo, para ketua ikatan perempuan, serta anggota Ikatan Perempuan Wambon Kabupaten Boven Digoel.







