
Wakil Bupati Martinus
Kabardigoel, Boven Digoel – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boven Digoel menegaskan komitmennya dalam upaya menurunkan angka stunting di daerah tersebut. Meski penanganannya diakui bukan perkara mudah dan membutuhkan proses jangka panjang, Pemkab optimistis target penurunan stunting dapat dicapai melalui kerja sama lintas sektor yang berkelanjutan.
Wakil Bupati Boven Digoel, Marlinus, menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah kampung.
“Upaya penurunan stunting membutuhkan kerja keras, konsistensi, dan komitmen bersama. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Semua OPD harus berkolaborasi, begitu juga pemerintah kampung sebagai ujung tombak pelayanan di masyarakat,” ujar Marlinus, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kunci utama keberhasilan program penanganan stunting. Sektor kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat harus berjalan searah agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Selain itu, peran pemerintah kampung dinilai sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga serta anak-anak yang masuk kategori berisiko stunting. Pemerintah kampung diharapkan aktif melakukan pendampingan, edukasi gizi, serta memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Wabup Marlinus juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga semangat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Menurutnya, kolaborasi yang solid akan memberikan dampak nyata bagi masa depan generasi muda Boven Digoel.
“Kalau kita berjalan bersama, saling mendukung, dan fokus pada tujuan yang sama, saya yakin angka stunting di Boven Digoel bisa kita turunkan secara bertahap,” pungkasnya.







