Stunting di Boven Digoel Capai 27 Persen, Pemda Luncurkan Program SUGESTI untuk Tekan Angka Kasus

Berita70 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Boven Digoel – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting setelah angka prevalensi di daerah tersebut mencapai 27 persen.

Staf Ahli Bupati Boven Digoel, Jeffri Nirahua, mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk bergerak bersama menangani persoalan stunting yang dinilai masih tinggi dan belum menunjukkan penurunan signifikan.

“Angka ini bukan mengalami penurunan secara alami, melainkan justru terus meningkat. Ini menjadi perhatian serius bagi kita semua,” ujar Jeffri Nirahua, Kamis (9/4/2026).

Ia menegaskan, kondisi tersebut menempatkan Kabupaten Boven Digoel sebagai daerah dengan kasus stunting tertinggi di Provinsi Papua Selatan, disusul Kabupaten Asmat.

Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan sinergi lintas sektor secara menyeluruh, mulai dari intervensi gizi, peningkatan pelayanan kesehatan, hingga edukasi kepada masyarakat.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel meluncurkan program inovasi SUGESTI (Survei Cegah Stunting) yang bertujuan memperkuat pendekatan berbasis data di lapangan.

Program ini diharapkan mampu memberikan pemetaan yang lebih akurat terkait kondisi stunting sehingga intervensi yang dilakukan dapat tepat sasaran.

“Melalui program SUGESTI, kita berharap ada pemetaan yang lebih akurat sehingga intervensi yang dilakukan bisa tepat sasaran,” tambahnya.

Jeffri juga menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menurunkan angka stunting, tidak hanya dari pemerintah daerah, tetapi juga keterlibatan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Dengan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan, diharapkan angka stunting di Kabupaten Boven Digoel dapat ditekan secara bertahap serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat ke depan.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *