
Kabardigoel, Boven Digoel – Satuan Narkoba Polres Boven Digoel memberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba kepada siswa-siswi dalam kegiatan Perjusami (Perkemahan Jumat, Sabtu, Minggu) di Kabupaten Boven Digoel.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Sat Narkoba Polres Boven Digoel, Ipda Fernando Sabru selaku KBO (Kaur Bin Opsnal), yang memaparkan secara langsung berbagai jenis narkoba serta dampak buruknya bagi generasi muda.
Dalam materinya, Ipda Fernando menjelaskan jenis-jenis narkoba mulai dari psikotropika hingga zat adiktif lainnya, termasuk cara penggunaannya seperti diminum, disuntik, maupun dihirup. Edukasi ini bertujuan agar siswa mampu mengenali tanda-tanda penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
“Tujuannya agar para siswa tidak hanya memahami, tetapi juga mampu menjaga diri serta berani melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dampak narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan masa depan serta prestasi generasi muda.
Menurutnya, peredaran narkoba di wilayah Boven Digoel masih menjadi perhatian serius, terutama jenis ganja serta penyalahgunaan zat adiktif seperti lem yang marak di kalangan remaja.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu keterlibatan orang tua, guru, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama melindungi anak-anak dari bahaya narkoba,” tegasnya.
Ipda Fernando turut mengapresiasi penyelenggara Perjusami yang telah memberikan ruang edukasi kepada pihak kepolisian sebagai upaya pencegahan sejak dini.
Di akhir kegiatan, ia mengajak para siswa untuk fokus pada pendidikan dan menjauhi pergaulan bebas yang berpotensi menjerumuskan pada penyalahgunaan narkoba.
“Generasi muda adalah tulang punggung bangsa. Jika mereka terjerumus dalam narkoba, dampaknya bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga masa depan daerah dan negara,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam membentuk generasi muda Boven Digoel yang sehat, berprestasi, dan bebas dari narkoba.







