
Boven Digoel, Papua Selatan – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Boven Digoel memastikan tetap menggelar rapat kerja (raker) bersama 112 kepala kampung dalam waktu dekat, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMK Boven Digoel, Edison Sokoy, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda strategis yang tidak dapat ditunda karena berkaitan langsung dengan evaluasi dan perencanaan pembangunan di tingkat kampung.
“Walaupun anggaran terbatas, raker ini tetap harus dilaksanakan. Ini langkah penting untuk mengetahui secara langsung kondisi di setiap kampung, termasuk berbagai kendala yang dihadapi,” ujarnya.
Raker ini akan menjadi forum penting untuk menghimpun aspirasi para kepala kampung, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program-program pembangunan yang telah berjalan. Fokus utama meliputi penyaluran dana kampung, bantuan usaha dari dana Otonomi Khusus (Otsus), serta perkembangan kampung persiapan yang direncanakan untuk pemekaran wilayah.
Selain itu, forum ini juga bertujuan memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah kampung guna menyamakan persepsi serta meningkatkan tata kelola pemerintahan kampung agar lebih efektif dan tepat sasaran.
“Kami ingin mendengar langsung dari kepala kampung, apakah program yang berjalan sudah memberikan dampak atau justru masih menghadapi hambatan. Semua aspirasi itu akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan ke depan,” jelasnya.
DPMK berharap raker tersebut dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat kampung serta mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Boven Digoel.
Meski dengan keterbatasan anggaran, DPMK optimistis kegiatan ini tetap berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.







