Dukung Pemekaran Distrik Koroway, Adonia Yalengkatu: Kunci Percepatan Pembangunan Boven Digoel

Berita19 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Boven Digoel – Kepala Suku Koroway sekaligus tokoh intelektual, Adonia Yalengkatu, S.Th, menyatakan dukungan tegas terhadap rencana pemekaran distrik di wilayah adat Koroway. Ia menilai langkah ini sebagai solusi strategis untuk mempercepat pembangunan dan mengatasi ketertinggalan yang telah berlangsung lama.

Pernyataan tersebut disampaikan Adonia pada Sabtu (2/5/2026), menyoroti kondisi masyarakat Koroway yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga pembangunan ekonomi dan tata kelola pemerintahan.

“Sudah lebih dari 20 tahun sejak Boven Digoel menjadi daerah otonomi baru, namun wilayah Koroway masih jauh tertinggal dan terkesan tidak terurus. Ini fakta yang tidak bisa lagi diabaikan,” tegasnya.

Adonia menilai, minimnya keberpihakan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor utama lambannya pembangunan di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa masyarakat Koroway memiliki hak yang sama untuk merasakan pembangunan yang adil dan merata sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemekaran distrik merupakan langkah realistis untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman yang selama ini terisolasi. Dengan adanya distrik baru, diharapkan efektivitas pelayanan dan pemerataan pembangunan dapat segera terwujud.

“Pemerintah seharusnya bersyukur karena masyarakat sudah mulai sadar dan aktif memperjuangkan masa depan mereka. Tinggal bagaimana pemerintah menjemput bola dan merealisasikan aspirasi ini,” ujarnya.

Adonia juga mengingatkan bahwa proses pengusulan pemekaran distrik sebenarnya telah dimulai pada masa pemerintahan Bupati sebelumnya, Hengky Yaluwo, yang bahkan sempat ditandai dengan peletakan batu pertama.

Untuk itu, ia berharap pemerintahan saat ini di bawah kepemimpinan Bupati Rony Omba dan Wakil Bupati Marlinus dapat melanjutkan dan merealisasikan rencana tersebut.

“Jangan sampai ini hanya menjadi janji tanpa realisasi. Masyarakat sudah menunggu terlalu lama. Sekarang saatnya pemerintah bertindak nyata,” tegasnya kembali.

Dengan dukungan kuat dari tokoh adat dan masyarakat, pemekaran distrik di wilayah Koroway diharapkan menjadi pintu masuk percepatan pembangunan serta pengurangan kesenjangan di wilayah terpencil Kabupaten Boven Digoel.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *