Program Magang Nasional 2026 Dibuka, Sasar 150 Ribu Peserta

Berita, Nasional143 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi meluncurkan Program Magang Nasional (PMN) Tahun 2026. Program yang menjadi inisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut memasuki tahun kedua pelaksanaan dengan cakupan peserta yang semakin luas, termasuk bagi lulusan profesi dan penyandang disabilitas.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, Program Magang Nasional hadir sebagai solusi untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja, khususnya bagi lulusan perguruan tinggi yang baru menyelesaikan studi.

“Salah satu pekerjaan rumah pemerintah yang terus ada sejak dulu adalah bagaimana caranya mahasiswa, khususnya S1 yang lulus kuliah, bisa langsung mendapatkan pekerjaan dan penghasilan,” ujar Teddy dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).

Menurut Teddy, program yang telah dimulai sejak 2025 ini merupakan bentuk komitmen Presiden Prabowo melalui Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli dalam menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja.

Melalui PMN 2026, peserta akan mengikuti program magang selama enam bulan di perusahaan mitra. Selama masa magang, peserta akan memperoleh gaji berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di daerah tempat bekerja.

Selain mendapatkan penghasilan, peserta juga akan dibimbing oleh mentor atau pekerja senior di perusahaan guna meningkatkan kompetensi dan keterampilan kerja.

“Tahun ini tidak hanya merekrut lulusan S1, tetapi juga lulusan profesi dan saudara-saudara kita dari kalangan difabel,” kata Teddy.

Pada pelaksanaan tahun pertama, PMN 2025 diikuti oleh sekitar 100 ribu peserta yang tersebar di berbagai perusahaan di Indonesia. Tahun ini, jumlah peserta ditingkatkan menjadi 150 ribu orang yang akan ditempatkan di sekitar 8.800 perusahaan BUMN maupun swasta.

Teddy mengungkapkan, hasil evaluasi pelaksanaan PMN tahun pertama menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Sebanyak 30 persen atau sekitar 30 ribu peserta berhasil direkrut sebagai pegawai tetap setelah menyelesaikan masa magang. Sementara 30 persen lainnya masih dalam proses menunggu panggilan kerja dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan.

“Artinya, program ini merupakan jembatan nyata bagi mahasiswa yang lulus untuk dapat langsung bekerja dan memperoleh penghasilan,” tegasnya.

Pemerintah berharap perluasan jumlah peserta dan perusahaan mitra dalam Program Magang Nasional 2026 dapat menjadi instrumen strategis dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja muda, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta menyiapkan generasi Indonesia yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia industri.

(Redaksi/Kabardigoel)

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *