
NABIRE, KABARDIGOEL — Pemerintah Pusat memberikan dukungan pengembangan peternakan kepada Piter Hubi, Kepala Suku Nayak/Jayawijaya di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melalui perluasan kandang dan pemberian dua ekor indukan babi.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 16 September 2026, sekitar pukul 13.00 WIT, di Kampung Sanoba, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.
Piter Hubi menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia mengatakan dua ekor indukan babi akan dipelihara dan dikembangkan agar dapat berkembang biak serta memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Bapak Presiden Prabowo, atas perhatian yang diberikan secara langsung melalui bantuan perluasan kandang dan dua ekor indukan babi. Bantuan ini akan saya pelihara dan kembangkan dengan baik hingga berkembang biak,” ujar Piter Hubi.
Menurut Piter, pengembangan ternak tersebut diharapkan dapat menunjang perekonomian sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Suku Nayak/Jayawijaya. Sebagian hasil ternak nantinya diharapkan dapat dibagikan kepada masyarakat untuk kembali dibudidayakan secara mandiri.
Dengan pola tersebut, bantuan peternakan diharapkan tidak berhenti pada penerima awal, tetapi dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas di lingkungan masyarakat.
Piter Hubi mengatakan peternakan babi memiliki keterkaitan dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat Papua. Babi antara lain digunakan dalam berbagai kegiatan adat dan sosial, seperti bakar batu, peresmian gereja, kegiatan adat, hingga acara kedukaan.
Karena itu, ia berkomitmen menjaga dan mengembangkan bantuan tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan ekonomi maupun sosial masyarakat, termasuk untuk mendukung berbagai kegiatan yang berlangsung menjelang akhir tahun.
Pengembangan peternakan ini juga menjadi kelanjutan dari bantuan sebelumnya. Berdasarkan laporan, ternak yang telah diberikan sebelumnya telah berkembang biak dan sebagian hasilnya telah dibagikan kepada masyarakat Suku Nayak/Jayawijaya untuk dibudidayakan secara mandiri.
Perluasan kandang dan penambahan dua indukan tersebut selanjutnya diarahkan untuk menjaga keberlanjutan peternakan serta memperkuat perputaran manfaat ekonomi di tengah masyarakat.
Piter Hubi juga mengajak masyarakat, khususnya Suku Nayak/Jayawijaya, untuk mendukung berbagai program pemerintah yang ditujukan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia turut menyebut program Makan Bergizi Gratis serta mendorong pengoptimalan Koperasi Desa dan Koperasi Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat pembangunan dan mengembangkan perekonomian masyarakat di Papua Tengah.
Menurut Piter, dukungan tokoh adat terhadap program pembangunan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Ia juga berharap pengembangan bantuan peternakan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Suku Nayak/Jayawijaya di Kabupaten Nabire.
Di sisi lain, keterlibatan tokoh adat dalam menjaga komunikasi dengan masyarakat diharapkan turut mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif bagi keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Nabire.










