
Kabardigoel, Boven Digoel – Tim MIRACLE berhasil meraih juara pertama dalam Tournament Mobile Legends “Kitorang” yang berlangsung di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Turnamen yang digelar sejak 13 Oktober 2026 itu resmi berakhir melalui grand final pada Jumat (16/10/2026), dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang pada Sabtu malam (17/10/2026).
Sebanyak 14 tim mengikuti turnamen tersebut selama empat hari. Delapan tim berhasil melaju ke babak puncak, yakni PNTLB, FRIENDZONExDKK, FRIENDZONE, MIRACLE, KITORANG, HORE, NOTA KOPI, dan RRI Bvd.
Hasil akhir turnamen menempatkan MIRACLE sebagai juara pertama, disusul KITORANG di posisi kedua, NOTA KOPI sebagai juara ketiga, dan RRI Bvd sebagai juara harapan. Penyerahan hadiah berlangsung di Friendzone Cafe & Biliard, Jalan Trans Papua, Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.
Azis Husain, SH, tenaga ahli anggota DPR RI Fraksi PKB dari daerah pemilihan Papua Selatan, Bapak Indrajaya, menyerahkan hadiah juara pertama kepada Ketua Tim MIRACLE, Azer Bangalino.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Firmansyah, menyerahkan hadiah kepada Ketua Tim KITORANG, Sulkifli, dan perwakilan Tim NOTA KOPI, Simon Tolle. Adapun Tim RRI Bvd tidak hadir dalam acara penyerahan hadiah tersebut.
Ketua Tim MIRACLE, Azel, mengatakan timnya telah lama aktif mengikuti kompetisi Mobile Legends di komunitas Tanah Merah dan pernah menjuarai sejumlah turnamen sebelumnya. Meski terdapat beberapa pergantian pemain dalam kompetisi kali ini, perubahan tersebut masih melibatkan pemain dari lingkungan tim sendiri.
Menurutnya, anggota MIRACLE berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), anggota Polri, hingga pegawai BUMN dan sektor swasta.
Ia menilai Tournament Mobile Legends “Kitorang” memiliki keistimewaan karena berlangsung dengan durasi pelaksanaan yang cukup panjang.
Atas nama tim, Azel menyampaikan terima kasih kepada seluruh sponsor, khususnya Indrajaya. Ia berharap turnamen serupa terus diselenggarakan untuk memberikan ruang kompetisi bagi komunitas Mobile Legends di Tanah Merah.
Ia juga berharap dukungan terhadap aspirasi masyarakat, terutama pengembangan e-sport di Kabupaten Boven Digoel, dapat terus berlanjut.
Ketua Tim KITORANG, Zul, mengaku belum sepenuhnya puas meskipun berhasil meraih posisi kedua.
“Untuk juara dua, kami merasa kurang. Seharusnya bisa juara satu,” katanya.
Ia menjelaskan, timnya kerap mengikuti turnamen Mobile Legends di Boven Digoel dan beberapa kali masuk tiga besar. Namun, gelar juara pertama masih menjadi target yang belum tercapai.
Setelah turnamen ini, tim KITORANG berencana beristirahat sejenak, kemudian kembali berlatih untuk meningkatkan penguasaan hero dan mempelajari meta permainan terbaru. Hadiah yang diperoleh juga akan dimanfaatkan untuk mendukung latihan bersama menghadapi kompetisi berikutnya.
Zul menambahkan, banyak pemain di Boven Digoel memiliki pekerjaan atau kesibukan lain sehingga pergantian pemain terkadang tidak dapat dihindari. Ia sendiri masih berstatus mahasiswa.
Ia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap kegiatan positif anak muda, termasuk e-sport.
“Dengan adanya kegiatan ini, anak muda lebih jauh dari narkoba dan hal-hal negatif. Kami jadi lebih fokus berlatih,” ujarnya.
Selain berharap turnamen kembali digelar oleh Indrajaya, Zul juga mendorong agar tim-tim terbaik dari Boven Digoel memperoleh dukungan untuk mengikuti kompetisi di luar daerah, termasuk di Merauke.
Perwakilan Tim NOTA KOPI, Andi, mengaku senang dengan pencapaian juara ketiga. Ia mengatakan turnamen ini menjadi pengalaman pertamanya bertanding di Boven Digoel, meskipun sebelumnya kerap mengikuti kompetisi di Merauke.
Tim NOTA KOPI dibentuk melalui gabungan beberapa tim yang secara khusus dipersiapkan untuk mengikuti turnamen tersebut.
Menurut Andi, timnya masih perlu meningkatkan intensitas latihan dan membangun chemistry antarpemain agar lebih siap menghadapi kompetisi selanjutnya.
“Biarpun juara tiga, yang penting juara,” katanya.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang dinilai mampu menjadi wadah bagi anak muda untuk menyalurkan bakat melalui permainan Mobile Legends. Ia berharap kompetisi serupa dapat lebih sering digelar.
Jika ada kesempatan mengikuti turnamen di Merauke, Andi menyatakan timnya siap menghadapi persaingan yang diperkirakan lebih ketat.
Ketua Panitia Pelaksana, Firmansyah, menilai Tournament Mobile Legends “Kitorang” berjalan dengan baik. Meski demikian, panitia tetap akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada kegiatan berikutnya.
Terkait kemungkinan penyelenggaraan turnamen lanjutan di Merauke, Firmansyah mengatakan belum ada keputusan pasti karena kegiatan tersebut berpotensi melibatkan kepanitiaan yang berbeda.
Namun, ia mengungkapkan adanya rencana untuk menyeleksi pemain-pemain potensial dari berbagai tim peserta. Para pemain terpilih nantinya akan dipersiapkan menjadi satu tim yang mewakili Boven Digoel dalam kompetisi di luar daerah.
Rencana tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menyiapkan “Jagoan Boven” yang mampu bersaing di tingkat regional.
Firmansyah juga menegaskan pentingnya dukungan terhadap kegiatan positif bagi generasi muda. Menurutnya, turnamen e-sport dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan kemampuan, berkreasi, dan berkarya.
Dengan berakhirnya Tournament Mobile Legends “Kitorang”, para peserta diharapkan dapat menjadikan hasil kompetisi sebagai motivasi untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan membangun prestasi e-sport di Kabupaten Boven Digoel.













