Site icon KABAR DIGOEL

Perjalanan RRI Boven Digoel, Berawal dari Radio Pemda Tahun 2009

Advertisements

&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-large"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;kabardigoel&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2026&sol;10&sol;IMG&lowbar;1733-300x178&period;jpeg" alt&equals;"" class&equals;"wp-image-14592" &sol;><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><strong>KABARDIGOEL&period;COM&comma; TANAH MERAH<&sol;strong> – Lembaga Penyiaran Publik &lpar;LPP&rpar; RRI Boven Digoel memiliki perjalanan panjang sejak dibentuk sebagai Radio Pemerintah Daerah &lpar;Pemda&rpar; pada 2009 hingga berkembang menjadi RRI berstatus Tipe C pada 2012&period; Kisah perjalanan tersebut diungkapkan Yoris Goden atau yang akrab disapa Bung Yoris&comma; salah satu perintis lembaga penyiaran radio di Kabupaten Boven Digoel&comma; dalam wawancara bersama Media Kabar Digoel&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Bung yoris menjelaskan&comma; pembentukan Radio Pemda berawal dari kepedulian Bupati Boven Digoel saat itu&comma; Yusak Yaluwo&comma; bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika &lpar;Kominfo&rpar;&comma; Vio Silubun&period; Keduanya menginginkan kehadiran media penyiaran yang mampu menyampaikan informasi terpercaya kepada masyarakat&period;<&sol;p><div class&equals;"33a3bfebe4f31e4424ecd420beebe2a6" data-index&equals;"1" style&equals;"float&colon; none&semi; margin&colon;10px 0 10px 0&semi; text-align&colon;center&semi;">&NewLine;<script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-1794851051345271" &NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Mereka ingin supaya di Boven Digoel ini ada informasi yang memang betul-betul terpercaya&period; Maka saat itu dibentuklah Radio Pemda&comma;” ujar Bung yoris <&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Pada awal berdirinya&comma; Radio Pemda menempati ruangan sederhana di lingkungan Dinas Kominfo&period; Beberapa bulan kemudian&comma; muncul gagasan untuk menghibahkan radio tersebut kepada Radio Republik Indonesia &lpar;RRI&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Menurut Bung yoris&comma; gagasan itu dicetuskan oleh Vio Silubun bersama Ibu Mary dan Rorempandey&period; Setelah pengelolaan diserahkan kepada RRI Pusat&comma; lembaga tersebut berstatus Stasiun Produksi &lpar;SP&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Perjalanan kelembagaan berlanjut pada 2012&comma; ketika status Stasiun Produksi meningkat menjadi RRI Tipe C&period; Status tersebut bertahan hingga saat ini&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Peningkatan status itu juga diikuti dengan perekrutan pegawai baru sebagai bagian dari persiapan pengembangan kelembagaan dan pelayanan penyiaran di daerah&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Dalam mengenang masa awal berdirinya RRI Boven Digoel&comma; Bung yoris menceritakan perjuangan para pegawai yang menghadapi keterbatasan fasilitas dan beratnya perjalanan menuju wilayah Boven Digoel&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Saat itu&comma; perjalanan dari Merauke menuju Boven Digoel masih terkendala kondisi jalan yang buruk&period; Lumpur dan kubangan menjadi tantangan yang harus dihadapi para perintis&comma; bahkan perjalanan dapat berlangsung berhari-hari&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Dua hari&comma; bahkan satu minggu perjalanan&excl; Itu pun kalau jalannya becek sekali&comma; kita tidak tahu seperti apa kubangan-kubangan itu&comma;” kenangnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Pada tahap awal&comma; sebanyak 10 orang direkrut dari Radio Pemda&period; Namun&comma; dalam perkembangannya&comma; jumlah tersebut berkurang menjadi delapan orang karena sebagian memilih tidak melanjutkan pengabdian&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Ini kembali lagi ke panggilan hati&comma;” kata Bung yoris&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Bung yoris juga menjelaskan perubahan status kepegawaian para perintis RRI Boven Digoel&period; Pada awalnya&comma; mereka direkrut sebagai tenaga honorer daerah&period; Setelah pengelolaan beralih ke RRI Pusat&comma; status mereka berubah menjadi pegawai pusat non-PNS&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Memasuki 2024&comma; para pegawai tersebut beralih menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja &lpar;PPPK&rpar; penuh waktu&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ia mengaku bersyukur atas peningkatan kesejahteraan yang diterima setelah melalui perjalanan panjang dalam pengabdian di dunia penyiaran&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Kalau untuk kesejahteraan itu memang luar biasa&comma; karena kita sudah di P3K&period; Syukuri apa yang negara beri&comma; itu bagian yang terpenting&comma;” tuturnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Melihat perkembangan RRI Boven Digoel saat ini&comma; Bung yoris mengaku terharu atas berbagai pembenahan yang telah dilakukan secara bertahap&period; Meski demikian&comma; ia menilai dukungan sarana dan prasarana masih diperlukan&comma; termasuk harapan agar RRI Boven Digoel dapat memiliki gedung sendiri&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ia juga mengajak Pemerintah Kabupaten Boven Digoel untuk terus merangkul RRI sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Menurutnya&comma; RRI bukan sekadar media penyiaran&comma; melainkan ruang komunikasi dua arah yang menghubungkan pemerintah dengan masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Jangan pernah kita jauh dari RRI&period; RRI itu bagian dari pemerintah yang bidangnya di media&period; Mari kita lihat RRI&comma; jangan takut&period; Untuk apa takut kalau kita memberikan informasi yang baik kepada masyarakat&comma; sehingga masyarakat tahu progres program pemerintah&period; Sebaliknya&comma; suara masyarakat juga didengar&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Bung yoris turut mengajak masyarakat&comma; pendengar&comma; dan media lokal untuk bersama-sama membangun ekosistem informasi yang sehat&period; Menurutnya&comma; keterbukaan komunikasi antarmedia dapat membantu masyarakat di luar daerah lebih mengenal Boven Digoel&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ia juga menyampaikan pesan kepada seluruh angkasawan dan angkasawati RRI agar tetap mengutamakan ketulusan dalam menjalankan tugas pelayanan informasi&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Mari kita kerja dengan hati&comma; mari kita kerja tulus untuk melayani informasi yang baik kepada masyarakat kita&comma;” pesannya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Perjalanan RRI Boven Digoel menjadi bagian dari sejarah perkembangan penyiaran dan penyebaran informasi di wilayah tersebut&period; Dengan dukungan pemerintah&comma; partisipasi masyarakat&comma; serta komitmen para insan penyiaran&comma; RRI diharapkan terus menjadi sumber informasi yang terpercaya dan jembatan komunikasi antara pemerintah dan rakyat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Sebagaimana semboyan yang melekat pada RRI&comma; Bung yoris menutup kisahnya dengan ungkapan&comma; <strong>&OpenCurlyDoubleQuote;Sekali di udara&comma; tetap di udara&excl;”<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><&sol;p>&NewLine;&NewLine;<div style&equals;"font-size&colon; 0px&semi; height&colon; 0px&semi; line-height&colon; 0px&semi; margin&colon; 0&semi; padding&colon; 0&semi; clear&colon; both&semi;"><&sol;div>

Kabardigoel Media
Exit mobile version