
Kabardigoel, NABIRE, PAPUA TENGAH – Bantuan perehapan kandang babi diberikan kepada Musa Kobogau, Kepala Suku Besar Moni Provinsi Papua Tengah, di Kampung Gerbang Sadu, Kelurahan Wadio, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire. Kegiatan yang berlangsung pada 19–26 Oktober 2026 tersebut bertujuan mendukung pengembangan usaha peternakan sebagai upaya meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi keluarga.
Bantuan ini diharapkan dapat menyediakan sarana peternakan yang lebih layak sehingga usaha dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan. Peternakan babi juga diharapkan menjadi salah satu sumber pendapatan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Musa Kobogau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia, atas perhatian dan dukungan melalui bantuan usaha tersebut.
Menurut Musa, bantuan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama masyarakat adat, agar dapat mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
Ia berharap program pemberdayaan ekonomi serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat di Papua Tengah.
Musa menyatakan komitmennya untuk menjaga dan memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya. Ia berharap pengelolaan usaha peternakan dapat dilakukan dengan baik agar berkembang dan memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
Pengembangan usaha produktif di tingkat keluarga diharapkan dapat membuka peluang peningkatan pendapatan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat adat.
Selain mendukung kegiatan ekonomi, Musa juga mengajak masyarakat, khususnya warga Suku Moni, untuk berpartisipasi dalam pembangunan, memperkuat kebersamaan, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Nabire.
Bantuan perehapan kandang babi ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mendukung pengembangan usaha peternakan di Papua Tengah. Dengan sarana yang lebih layak dan pengelolaan yang baik, usaha tersebut berpotensi menjadi sumber pendapatan keluarga secara berkelanjutan.
Pemberdayaan melalui usaha produktif diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat adat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga dan pembangunan daerah.







