Bupati Boven Digoel Pastikan Penanganan Warga Manggelum Aman

Berita3 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Boven Digoel – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel memastikan penanganan terhadap warga Distrik Manggelum yang mengungsi akibat kepanikan masyarakat pasca masuknya kelompok bersenjata ke wilayah kampung terus dilakukan. Fokus utama pemerintah saat ini adalah pelayanan kesehatan, evakuasi warga, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Bupati Boven Digoel, Rony Omba, mengatakan pemerintah daerah telah bergerak cepat sejak menerima laporan pada 31 Mei lalu dengan berkoordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mengantisipasi perkembangan situasi di Distrik Manggelum.

“Kami bersyukur kepada Tuhan karena sampai saat ini kita masih diberikan kesehatan. Ketika menerima informasi terkait situasi di Manggelum, kami langsung berkoordinasi dengan Forkopimda dan mengutamakan keselamatan tenaga kesehatan serta masyarakat,” ujar Rony Omba.

Menurutnya, pemerintah segera berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengamankan tenaga kesehatan yang sebagian besar berasal dari program Nusantara Sehat. Selain itu, pemerintah juga menyerahkan penilaian situasi kepada pemerintah distrik dan kampung setempat untuk memastikan kondisi keamanan masyarakat.

Rony menegaskan bahwa warga yang merasa terancam atau tidak aman dipersilakan menuju Tanah Merah agar mendapatkan perlindungan dan pelayanan dari pemerintah daerah.

“Sampai saat ini kami terus memberikan pelayanan kesehatan, menyiapkan transportasi dan konsumsi bagi masyarakat yang datang. Mereka diperiksa kesehatannya dan mendapat pendampingan karena kondisi ini juga berdampak pada psikologis masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Distrik Manggelum, Ruben Anggainggom, menjelaskan bahwa pada 31 Mei terjadi masuknya anggota kelompok bersenjata ke wilayah kampung. Namun, menurutnya, tidak terjadi tindakan kekerasan maupun ancaman langsung terhadap warga.

“Mereka masuk ke kampung, tetapi tidak melakukan kekerasan ataupun ancaman kepada masyarakat. Namun masyarakat merasa takut sehingga memilih meninggalkan kampung,” jelas Ruben.

Kepanikan tersebut menyebabkan warga mengungsi melalui berbagai jalur, baik menggunakan perahu, longboat, maupun berjalan kaki menyusuri aliran sungai. Bahkan satu warga dilaporkan tenggelam dan hingga kini masih dalam proses pencarian.

Data sementara menunjukkan terdapat 60 warga yang berada di Kampung Biwage dan Kagop menunggu proses penjemputan pemerintah. Selain itu, ditemukan kembali 52 warga lainnya yang berjalan keluar kampung melalui jalur Kali Digoel dan Kali Sawo.

“Dengan tambahan 52 warga tersebut, total ada 112 masyarakat yang saat ini menunggu proses penjemputan dan penanganan lebih lanjut,” ungkap Ruben.

Pemerintah Distrik Manggelum juga telah membentuk tim penanganan serta membuka posko darurat di Tanah Merah guna memfasilitasi kebutuhan masyarakat terdampak.

Menanggapi beragam informasi yang beredar di media sosial mengenai kerusakan fasilitas umum, Bupati Rony Omba meminta masyarakat tidak langsung mempercayai seluruh informasi yang belum terverifikasi.

“Kita harus memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut. Jika memang ada fasilitas umum yang rusak, tentu pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan karena fasilitas tersebut sangat dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ruben Anggainggom menegaskan bahwa masyarakat Distrik Manggelum menerima keberadaan aparat TNI karena selama ini membantu pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan dan kegiatan sosial lainnya.

Bupati juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terpancing isu yang belum jelas kebenarannya. Ia meminta masyarakat segera melaporkan setiap informasi yang mencurigakan kepada aparat keamanan agar dapat ditindaklanjuti secara tepat.

“Kami mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang, saling menguatkan, dan menjaga keamanan bersama. Jangan mudah menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya karena dapat menimbulkan kepanikan baru di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *