Peringatan 10 Muharam di Tanah Merah: Momentum Hijrah Rasulullah SAW, BKM Darul Hidayah Gelar Santunan Anak Yatim

Berita699 Dilihat
Advertisements

Kabar Digoel, Boven Digoel, 5 Juli 2025 — Memperingati 10 Muharam 1447 Hijriyah, Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Darul Hidayah Titik Nol Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, kembali menggelar kegiatan santunan anak yatim yang telah memasuki tahun ke-11 pelaksanaannya. Kegiatan ini menjadi refleksi spiritual dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, yang menjadi titik awal kalender Hijriyah dan menyimpan makna mendalam bagi umat Islam.

Dalam ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Saefullah, Pimpinan Majelis Taklim Sabilur Rosyad, ditegaskan bahwa peristiwa hijrah Rasulullah SAW bukan sekadar sejarah perjalanan fisik, melainkan juga mengandung pesan spiritual agar umat Islam memperbanyak zikir dan meningkatkan kualitas ibadah, khususnya di bulan Muharam yang termasuk dalam deretan bulan haram (suci) dalam Islam.

“Di bulan yang dimuliakan ini, kita dianjurkan memperbanyak ibadah dan mempertebal kepedulian sosial, salah satunya dengan menyantuni anak-anak yatim seperti yang kita lakukan hari ini,” ujar Ustadz Saefullah dalam tausiyahnya.

Wakil Gubernur Provinsi Papua Selatan, Paskalis Imadawa, S.Pd., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas inisiatif BKM Darul Hidayah. Ia menekankan bahwa ibadah tidak hanya terbatas pada ritual formal seperti salat, tetapi juga mencakup aksi nyata seperti memberikan santunan kepada anak yatim piatu.

“Ibadah bukan hanya datang ke masjid dan salat lima waktu, tapi juga memberi kasih sayang dan berbagi rezeki kepada anak-anak yang kehilangan orang tua,” tegasnya.

Wagub Imadawa juga mengusulkan agar kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi inisiatif masjid atau komunitas, tetapi bisa diangkat menjadi program resmi pemerintah daerah. Ia meminta kepada jajaran Forkopimda Kabupaten Boven Digoel untuk turut memikirkan agar program santunan anak yatim dapat dilaksanakan secara lebih luas di bawah koordinasi pemerintah daerah.

Asisten II Setda Kabupaten Boven Digoel, Ir. Fahrudin Isnanto, M.Si., turut mengapresiasi konsistensi BKM Darul Hidayah dalam menyelenggarakan santunan tahunan ini. Ia menegaskan bahwa anak yatim merupakan tanggung jawab bersama sebagai bagian dari generasi penerus bangsa yang harus dibina dan dilindungi.

“Mereka adalah amanah yang harus dijaga, dan pelaksanaan santunan ini adalah bentuk kepedulian nyata yang sangat kami hargai,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Ismail Marzuki selaku pengurus BKM Darul Hidayah dan Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan harapan agar ke depan program santunan bisa bertransformasi dari kegiatan simbolik menjadi sistematis, dengan dukungan beasiswa dan bantuan berkelanjutan dari pemerintah.

“Santunan ini simbolis saja. Intinya menggugah hati kita semua untuk lebih peduli dan menumbuhkan kemanusiaan dalam ibadah. Rezeki anak yatim sudah dijamin Allah, tetapi apakah kita siap menjadi perantara rezeki itu?” ungkapnya.

Ustadz Ismail juga menyampaikan rasa haru atas kehadiran Wakil Gubernur, yang menurutnya menjadi tanda harapan baru bagi perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan hidup anak-anak yatim di Papua Selatan.

“Kehadiran Pak Wagub laksana setetes air di tengah kekeringan yang panjang. Ini memberi harapan baru bagi anak-anak yatim di sini,” ujarnya dengan penuh harap.

Acara santunan ditutup dengan penampilan sholawat dari Group Hadrat al-Muslimin pimpinan Ny. Endang Hattu, yang menambah kekhusyukan suasana peringatan 10 Muharam tersebut.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga momentum membangun sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menguatkan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan di wilayah perbatasan Papua Selatan.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *