Boven Digoel, Papua Selatan — Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri (Bidkoor Pollugri) Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Mohammad K. Koba, memimpin Rapat Koordinasi Pemantauan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Senin (4/8/2025). Rapat ini membahas secara mendalam kesiapan pemerintah daerah dalam menyambut PSU, mulai dari pemerataan suara, tingkat partisipasi pemilih, hingga aspek keamanan dan ketertiban.
Dalam rapat yang dihadiri oleh unsur Forkopimda, KPU, Bawaslu, serta perwakilan TNI dan Polri tersebut, Mohammad K. Koba menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk memastikan PSU berjalan demokratis, adil, dan damai.
“Pemerataan suara, keikutsertaan masyarakat dalam memilih, serta stabilitas keamanan menjadi fokus utama. Pemerintah daerah harus benar-benar siap, baik dari sisi teknis maupun antisipasi terhadap potensi kerawanan, agar tidak ada pemilihan suara ulang ulang di boven digoel kedepannya” ujar Koba disambut tawa ringan oleh peserta lainnya.
Ia juga menekankan bahwa keakuratan jumlah pemilih dan jaminan hak suara bagi seluruh warga, termasuk di daerah terpencil, merupakan aspek fundamental dalam proses pemilu ulang. Pemerintah daerah diminta untuk aktif memantau distribusi logistik, melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dan menjalin komunikasi intensif dengan tokoh-tokoh lokal.
Selain itu, Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra, S.I.K, CPHR menambahkan pentingnya pencegahan terhadap potensi gangguan, seperti penyebaran hoaks, tekanan politik, hingga konflik horizontal yang bisa mencederai proses demokrasi, maka dari itu Polri Bersama dengan TNI melakukan banyak kegiatan bersama guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada saat pelaksanaan PSU nanti.
Langkah-langkah pengamanan seperti pemetaan wilayah rawan, pengawasan logistik, hingga pelibatan tokoh masyarakat dan agama dalam menjaga kondusifitas, menjadi bagian dari strategi pengamanan menyeluruh.








