Perempuan Muyu Didorong Berdaya dan Bersatu untuk Masa Depan Papua Selatan

Berita253 Dilihat
Advertisements

Kabar Digoel – Musyawarah Daerah sekaligus pelantikan Dewan Pengurus Ikatan Perempuan Muyu Kabupaten Boven Digoel berlangsung penuh semangat dan kekeluargaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi perempuan Muyu untuk memperkuat peran dan kontribusi mereka dalam pembangunan daerah.


Dalam sambutannya, panitia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras seluruh pihak yang telah menyukseskan acara tersebut. “Tanpa jerih payah dan dedikasi tinggi dari panitia, acara ini tidak akan dapat terselenggara dengan baik,” ungkapnya.


Tema yang diangkat dalam kegiatan ini, “Perempuan Asli Papua Selatan Merawat Identitas, Bersatu untuk Perubahan, dan Berdaya untuk Masa Depan,” mencerminkan semangat perempuan Papua Selatan, khususnya perempuan Muyu, untuk menjaga jati diri budaya leluhur sekaligus beradaptasi dengan dinamika pembangunan daerah.


Disebutkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya. Identitas budaya yang kuat berpadu dengan potensi besar perempuan Muyu dalam mendorong kesejahteraan keluarga dan komunitas. Namun demikian, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya terakomodasi dalam kebijakan pembangunan daerah.


“Partisipasi perempuan Muyu dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan sumber daya masih terbatas. Karena itu, momentum musyawarah daerah ini harus dimanfaatkan untuk melahirkan gagasan-gagasan baru, memperkuat solidaritas antar anggota, dan menyusun rencana kerja yang nyata,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa peran perempuan masa kini sangat krusial. Sebagai ibu rumah tangga, pemimpin komunitas, dan penggerak ekonomi lokal, perempuan memiliki potensi besar yang harus dimanfaatkan untuk mendukung kemajuan daerah.
“Kemandirian ekonomi yang kuat tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga akan berkontribusi pada kemajuan daerah kita,” tegasnya.


Pada kesempatan itu, ia juga berharap agar pengurus yang baru dilantik tidak hanya menjadi simbol, tetapi hadir sebagai penggerak perubahan yang nyata. “Pengurus harus mampu berkontribusi dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan pelestarian nilai-nilai adat,” pesannya.


Wabub Marlinus berharap agar Ikatan Perempuan Muyu dapat menjadi wadah yang memperkuat peran perempuan dalam masyarakat Boven Digoel. “Semoga perempuan Muyu tetap teguh menjaga jati diri dan budaya leluhur, bersatu dalam semangat persaudaraan, serta berdaya dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi keluarga, komunitas, dan daerah,” tutupnya.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *