DPD Barisan Merah Putih Papua Tengah Gelar Sarasehan, Dorong Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Adat untuk Pembangunan Daerah

Berita341 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Nabire – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Merah Putih (BMP) Republik Indonesia Provinsi Papua Tengah bersama Pemerintah Daerah menggelar kegiatan Sarasehan bertajuk “Kerjasama Pemerintah Daerah dan Masyarakat Adat dalam Rangka Membangun Papua Tengah Menuju Indonesia Maju”, Kamis (13/11/2025), di Auditorium LPP RRI Nabire.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Papua Tengah yang diwakili Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, perwakilan Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, akademisi dari Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, serta sejumlah tokoh intelektual muda Papua.

Komitmen BMP Bangun Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Adat

Ketua Panitia Sarasehan DPD BMP RI Papua Tengah, Melkisedek F. I. Rumawi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Barisan Merah Putih untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat dalam membangun Papua Tengah.

“Kegiatan sarasehan ini bukan sekadar ruang diskusi, tetapi wadah untuk menghasilkan rekomendasi nyata yang bisa diimplementasikan bersama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat adat,” ujar Melkisedek Rumawi.

Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong dan persatuan yang menjadi roh Barisan Merah Putih harus terus dijaga sebagai kekuatan moral dalam mendukung pembangunan daerah.

Pemerintah Apresiasi Inisiatif BMP Papua Tengah

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan menyampaikan apresiasi terhadap langkah DPD BMP RI Papua Tengah yang telah menginisiasi kegiatan strategis tersebut.

“Kami menyambut baik kegiatan ini. Pembangunan Papua Tengah memerlukan sinergi dan dialog yang sehat agar seluruh program pemerintah dapat berjalan efektif dan sesuai dengan aspirasi masyarakat adat,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat adat, dan kalangan akademisi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan di Papua Tengah.

Hasilkan Rekomendasi untuk Pembangunan Inklusif

Kegiatan sarasehan yang diikuti sekitar 160 peserta dari berbagai unsur — mulai dari instansi pemerintah, tokoh adat, pemuda, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan — diisi dengan sesi paparan materi, diskusi panel, dan dialog interaktif.

Dari hasil kegiatan, peserta berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi penting yang akan menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan Papua Tengah ke depan, terutama terkait pemberdayaan masyarakat adat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan kelembagaan lokal.

Menutup acara, Melkisedek Rumawi mengajak seluruh peserta dan masyarakat Papua Tengah untuk terus menjaga semangat persatuan dan nasionalisme.

“Mari kita bergandengan tangan, membangun Papua Tengah dengan semangat merah putih, menuju Indonesia yang maju dan bermartabat,” pungkasnya.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *