
Kabar Digoel, Tanah Merah – Dinas Perkebunan Kabupaten Boven Digoel menggelar pelatihan pemangkasan dan fermentasi biji kakao pada Rabu (19/11/2025) sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para petani dalam mengelola tanaman kakao secara berkelanjutan. Pelatihan ini dinilai penting untuk mendorong produktivitas serta kualitas hasil panen kakao di daerah tersebut.
Staf Ahli Bupati Boven Digoel, Jeffri, yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pemangkasan bukan sekadar memotong ranting, melainkan bagian dari strategi mengatur sirkulasi udara dan cahaya pada tanaman. Dengan teknik yang tepat, pohon kakao dapat tumbuh lebih sehat dan menghasilkan buah lebih optimal.
“Pemangkasan yang benar meningkatkan produktivitas dan kualitas buah. Sementara fermentasi yang baik memberikan nilai tambah pada biji kakao sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Jeffri dalam sambutannya.
Fokus pada Teknik yang Berkelanjutan
Dalam pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan tentang teknik pemangkasan yang efektif serta proses fermentasi yang menjadi kunci utama terciptanya cita rasa khas kakao. Penerapan teknik yang tepat diharapkan menjadi modal penting bagi petani untuk meningkatkan daya saing produk kakao Boven Digoel di pasar regional maupun nasional.
Jeffri juga memberikan motivasi kepada para peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, keberhasilan pengembangan kakao tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi pada konsistensi penerapan di lapangan.
“Kita bukan hanya belajar teknik, tetapi membangun masa depan pertanian kakao Boven Digoel yang lebih maju. Teruslah berproses dan jangan takut gagal,” tegasnya.
Dorong Penerapan Langsung di Lapangan
Jeffri berharap peserta dapat mengaplikasikan seluruh ilmu yang diterima untuk meningkatkan hasil kebun kakao di kampung masing-masing. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan saling berbagi pengalaman antarpetani agar solusi yang diterapkan sesuai dengan kondisi wilayah.
“Semoga pelatihan ini melahirkan petani kakao yang lebih terampil, produktif, dan mampu menjadi contoh bagi petani lainnya,” tutup Jeffri.
Dengan pelatihan ini, pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas petani kakao sebagai salah satu komoditas unggulan Boven Digoel.







