Pimpinan BAZNAS Boven Digoel Resmi Dilantik 2025–2030

Berita394 Dilihat
Advertisements

Tanah Merah, KabarDigoel – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Boven Digoel periode 2025–2030 resmi dilantik. Pelantikan tersebut menandai terbentuknya BAZNAS tingkat kabupaten yang perdana di Boven Digoel dan mendapat apresiasi dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Boven Digoel.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boven Digoel, Yosefa Tambonop, menyampaikan bahwa pembentukan BAZNAS kabupaten telah melalui tahapan yang sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2025 tentang seleksi calon anggota BAZNAS pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Dalam proses tersebut, Kemenag berperan sebagai fasilitator sekaligus perpanjangan tangan BAZNAS Pusat.

Pembentukan BAZNAS Kabupaten Boven Digoel diawali dengan terbitnya Surat Keputusan Bupati Boven Digoel Nomor 451/318 Tahun 2025 tentang Pembentukan Panitia Seleksi Pemilihan Pengurus BAZNAS Kabupaten Boven Digoel Periode 2025–2030 tertanggal 11 Agustus 2025.

Panitia seleksi diketuai oleh Mahmudin Abdullah, SH, dengan Lassaka, S.Kom sebagai sekretaris dan Mahpudin, S.Pd.SD sebagai anggota. Panitia bertugas menjaring dan menyeleksi calon pimpinan BAZNAS melalui tahapan seleksi administrasi, uji kompetensi, wawancara, hingga verifikasi faktual yang dilakukan secara daring oleh BAZNAS Pusat RI.

Yosefa menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang bertugas mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Setelah dilantik, pimpinan BAZNAS Kabupaten Boven Digoel diharapkan mampu menghimpun dan menyalurkan ZIS serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai syariat Islam dan ketentuan perundang-undangan.

“Dengan dilantiknya badan pengurus BAZNAS ini, tentu kami di Kementerian Agama sangat mengapresiasi,” ujar Yosefa Tambonop, Selasa (16/12/2025).

Selain itu, BAZNAS Kabupaten Boven Digoel diharapkan berperan aktif dalam mendukung pembangunan kesejahteraan masyarakat, pengentasan kemiskinan, serta mewujudkan keadilan sosial melalui sistem pengelolaan berbasis data dan teknologi. Penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat juga menjadi perhatian utama.

Yosefa turut mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung keberadaan BAZNAS sebagai mitra strategis dalam pelayanan keagamaan dan sosial.

“Keberadaan BAZNAS ini merupakan mitra, sehingga dalam menjalankan tugas dapat bekerja dengan baik dan senantiasa berkolaborasi dengan kami di Kemenag,” tutupnya.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *