Ramadan Momentum Pembinaan Diri dan Penyucian Hati di Tanah Merah

Berita177 Dilihat
Advertisements

KabarDigoel, Tanah Merah – Ratusan jemaah memadati Masjid Darul Hidayah Marzuki pada Jumat (20/2/2026) untuk mendengarkan tausiyah yang disampaikan Ismail Marzuki tentang makna suci Ramadan. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum pembinaan diri dan penyucian hati.

Ustaz Ismail menyampaikan, esensi Ramadan terletak pada peningkatan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT. Puasa, menurutnya, bukan hanya menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, tetapi latihan spiritual untuk mengendalikan diri, memperkuat iman, dan memperbaiki akhlak.

“Tentu kita semua tahu bahwa Ramadan adalah momentum pembinaan diri, sehingga kualitas ketakwaan perlu diperkuat,” ujar Ustaz Ismail di hadapan jemaah.

Dimensi Spiritual dan Sosial Ramadan

Dalam tausiyahnya, ia mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai waktu refleksi diri, memperbaiki kualitas ibadah, memperbanyak doa, serta memperkuat hubungan vertikal dengan Sang Pencipta.

Tak hanya itu, Ustaz Ismail juga menekankan dimensi sosial Ramadan. Nilai puasa sejati, katanya, tercermin dari meningkatnya kepedulian terhadap sesama, terutama kaum dhuafa dan masyarakat kurang mampu.

Menurutnya, keberkahan Ramadan akan terasa ketika umat Islam mau berbagi rezeki, membantu yang membutuhkan, dan menebar kebaikan di lingkungan sekitar.

Perkuat Ukhuwah Islamiyah

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya penguatan ukhuwah Islamiyah sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.

“Ramadan menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, menghapus sekat perbedaan, serta membangun harmoni dalam kebersamaan. Semangat solidaritas dan saling menghormati adalah kunci menjaga persatuan umat,” tegasnya.

Tausiyah tersebut ditutup dengan ajakan agar setiap jemaah memanfaatkan Ramadan dengan sebaik-baiknya. Suasana khusyuk yang menyelimuti masjid, disertai antusiasme jemaah, menambah kekhidmatan momen tersebut.

Pesan yang disampaikan bukan hanya menjadi pengingat, tetapi juga dorongan untuk menghadirkan Ramadan sebagai energi perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *