Sosialisasi Program ADEM di SMPN 2 Tanah Merah, 12 Siswa OAP Boven Digoel Berkesempatan Sekolah di Jawa dan Bali

Berita264 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Boven Digoel – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel melalui Dinas Pendidikan melaksanakan sosialisasi Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) bagi siswa Orang Asli Papua (OAP). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMP Negeri 2 Tanah Merah dan diikuti oleh para siswa serta pihak sekolah yang berpotensi mengikuti program beasiswa pendidikan ke luar Papua.

Kasubag Penyelenggaraan Tugas Pembantuan, Alena Kutumun, menjelaskan bahwa program ADEM merupakan program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan yang secara khusus diperuntukkan bagi siswa Orang Asli Papua di wilayah Tanah Papua.

“Program ini memberikan kesempatan bagi siswa-siswi OAP untuk melanjutkan pendidikan di luar Papua seperti di Pulau Jawa dan Bali dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah,” ujar Alena saat diwawancarai usai kegiatan sosialisasi di Tanah Merah.

Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2026, Kabupaten Boven Digoel memperoleh kuota sebanyak 12 siswa dari total 55 kuota yang dialokasikan untuk wilayah Provinsi Papua Selatan.

Menurut Alena, program afirmasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membuka wawasan yang lebih luas bagi generasi muda Papua melalui pengalaman belajar di luar daerah.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan kepada pihak sekolah agar melakukan seleksi yang ketat terhadap calon peserta program.

“Sekolah harus benar-benar memilih siswa yang memiliki niat kuat untuk belajar, disiplin, dan tidak memiliki kebiasaan merokok maupun mengonsumsi minuman beralkohol,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut dapat menghambat proses pendidikan siswa ketika mereka menjalani pendidikan di luar Papua.

Karena itu, peran wali kelas dan kepala sekolah sangat penting dalam memastikan bahwa siswa yang dipilih benar-benar siap, baik secara mental maupun perilaku, untuk mengikuti program pendidikan tersebut.

Lebih lanjut, Alena mengungkapkan bahwa minat siswa terhadap program ADEM cukup tinggi. Setiap sekolah diperkirakan dapat mengirimkan sekitar 30 hingga 50 siswa untuk mengikuti seleksi tertulis, sebelum akhirnya dipilih menjadi peserta yang lolos program afirmasi pendidikan menengah.

Ia berharap program ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para siswa Orang Asli Papua untuk meningkatkan kemampuan akademik sekaligus memperluas peluang masa depan mereka.

“Program ini adalah kesempatan besar bagi generasi muda Papua untuk meraih pendidikan yang lebih baik dan kembali membangun daerahnya,” pungkasnya.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *