Kakanwil Imigrasi Papua Dorong Penguatan Pos Lintas Batas di Boven Digoel

Berita262 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Boven Digoel – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Papua, Samuel Toba, mendorong penguatan pos lintas batas di Kabupaten Boven Digoel guna meningkatkan pengawasan, mendukung investasi, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan. Kamis 09/04/2026

Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, yang bertujuan memperkuat sinergi antara pihak imigrasi dan pemerintah daerah dalam pengelolaan kawasan perbatasan.

Samuel Toba menegaskan bahwa Boven Digoel merupakan wilayah strategis di Provinsi Papua Selatan, terutama karena berbatasan langsung dengan Papua Nugini dan memiliki potensi besar dalam mobilitas lintas negara serta investasi.

“Wilayah ini memiliki potensi ekonomi yang besar, sehingga perlu didukung dengan penguatan pengawasan dan fasilitas di pos lintas batas,” ujarnya.

Saat ini, terdapat tiga titik pos lintas batas yang menjadi perhatian utama, yakni Yetetkun, Waropko, dan Kombut (Memitana). Tingginya aktivitas keluar masuk orang di wilayah tersebut dinilai membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana serta pengawasan terpadu.

Selain penguatan pengawasan, Samuel juga mengusulkan pengembangan pasar tradisional di sekitar kawasan perbatasan. Menurutnya, langkah tersebut dapat menarik warga dari Papua Nugini untuk berbelanja di wilayah Indonesia.

“Dengan adanya pasar tradisional, perputaran ekonomi akan meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal,” jelasnya.

Di sisi lain, pihak imigrasi juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap orang asing, khususnya dalam aktivitas investasi. Potensi sumber daya alam di Boven Digoel dinilai dapat menarik investor asing, sehingga perlu pengawasan ketat terkait izin dan kegiatan yang dilakukan.

Terkait potensi masuknya barang ilegal, Samuel memastikan bahwa setiap pelintas di pos resmi akan melalui pemeriksaan ketat oleh instansi terkait, seperti imigrasi, bea cukai, karantina, dan aparat keamanan.

Mengakhiri kunjungannya, Samuel berharap adanya dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dalam memperkuat pengawasan perbatasan serta pembangunan infrastruktur pendukung demi mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *