Akses Bandara Boven Digoel Ditutup, Pendeta Nuno Hugagi Desak Pemerintah Segera Ambil Solusi

Berita201 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Boven Digoel — Akses menuju Bandara Boven Digoel kembali ditutup, memicu keluhan masyarakat yang bergantung pada transportasi udara. Penutupan ini mendapat sorotan dari Pendeta Nuno hugagi, Jemaat Bomakia, yang mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Pendeta Nuno Hugagi mengungkapkan, dirinya bersama warga telah bersiap melakukan perjalanan ke Bomakia menggunakan penerbangan pertama. Namun rencana tersebut gagal akibat akses utama menuju bandara ditutup karena persoalan tanah adat.

“Kami sudah siap berangkat sejak kemarin. Harapan kami hari ini bisa terbang tanpa hambatan, tapi akses bandara kembali ditutup,” ujarnya, Jumat (17/04/2026).

Menurutnya, bandara merupakan jalur vital bagi masyarakat Boven Digoel, terutama untuk mobilitas menuju distrik dan kampung yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Penutupan akses ini dinilai berdampak langsung pada pelayanan publik serta kebutuhan mendesak warga.

Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena akan semakin menyulitkan masyarakat yang bergantung pada transportasi udara sebagai akses utama.

Pendeta Nuno Hugagi meminta Pemerintah Kabupaten Boven Digoel segera mengambil langkah konkret dengan melibatkan para pemangku adat, termasuk Ketua Elema dan para Ketua Dusun, guna mencari solusi bersama.

“Kami berharap pemerintah dan pemilik hak ulayat bisa duduk bersama dan menyelesaikan persoalan ini secara baik, supaya tidak ada lagi hambatan akses penerbangan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka, efektif, dan tidak berbelit-belit demi kepentingan masyarakat luas.

“Perhubungan ini sangat penting. Kalau akses ditutup, masyarakat yang mau kembali ke kampung atau ke distrik jadi terhambat. Ini harus segera diselesaikan,” tambahnya.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh pihak untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah penyelesaian agar aktivitas penerbangan di Bandara Boven Digoel dapat kembali normal.

“Harapan kami, hari ini bisa ada solusi yang baik, sehingga akses penerbangan kembali berjalan seperti biasa. Tuhan memberkati kita semua,” tutupnya.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Kam tutup bandara pun yang berkerja di lingkungan bandara tidak akan terkena dampaknya. Karena yang akan terkena dampaknya itu adalah masyarakat. Akses buat pengiriman Bama ke daerah terpencil terhambat, perjalanan pun jadi terhambat dan segala aktivitas pun terhambat. Toh kalau emang ada urusan soal (UANG YANG BELUM DISELESAIKAN) jangan palang bandara, alangkah bijaknya dan baiknya demo langsung di kantor BUPATI atau DPRD.