
Kabardigoel, Boven Digoel – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui distribusi tenaga pendidik yang merata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boven Digoel menggelar rapat koordinasi (rakor) program prioritas pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Selasa (21/4/2026).
Rakor ini bertujuan untuk menghimpun data akurat terkait kebutuhan tenaga guru sekaligus menyerap aspirasi langsung dari para kepala sekolah SMP di wilayah Boven Digoel.
Kepala Bidang Ketenagaan Disdikbud Boven Digoel, Marselina, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam merumuskan kebijakan pendidikan berbasis data.
“Melalui rakor ini, kami ingin mendengar langsung keluhan, kebutuhan, serta program dari para kepala sekolah, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.
Menurut Marselina, rakor tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga difokuskan pada pengumpulan dan validasi data tenaga pendidik. Data tersebut nantinya akan digunakan untuk pemetaan distribusi guru di seluruh wilayah Kabupaten Boven Digoel.
Ia juga menanggapi persepsi yang berkembang di masyarakat terkait penumpukan guru di wilayah perkotaan. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dilihat secara proporsional berdasarkan jumlah rombongan belajar di setiap sekolah.
“Jika dilihat dari jumlah rombongan belajar di sekolah-sekolah dalam kota, kebutuhan gurunya memang lebih besar. Jadi wajar jika jumlah guru di wilayah tersebut terlihat lebih banyak,” jelasnya.
Meski demikian, Disdikbud Boven Digoel tetap berkomitmen melakukan penataan distribusi tenaga pendidik secara lebih merata dan proporsional sesuai kebutuhan masing-masing sekolah, termasuk di wilayah terpencil.
Melalui rakor ini, diharapkan proses pemetaan guru dapat berjalan lebih efektif dan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran guna menjawab kebutuhan pendidikan di Kabupaten Boven Digoel secara menyeluruh.







