
Kabardigoel, Boven Digoel – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Boven Digoel memberikan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) kepada siswa-siswi peserta Perkemahan Jumat-Sabtu-Minggu (Perjusami) guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
Pelatihan ini menghadirkan dr. Yunita Sofianti selaku DPJP UGD RSUD Boven Digoel sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menegaskan pentingnya keterampilan dasar kesehatan bagi pelajar sebagai langkah awal penanganan kondisi kegawatdaruratan.
“Materi yang kami bawakan meliputi pertolongan pertama pada korban tidak sadarkan diri, termasuk teknik bantuan hidup dasar seperti pijat jantung (CPR) dan penanganan tersedak,” ujar dr. Yunita.
Ia menjelaskan bahwa kondisi darurat dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga setiap individu, termasuk pelajar, perlu memiliki pengetahuan dasar untuk menjadi penolong pertama sebelum tenaga medis tiba.
“Siapapun yang telah mendapatkan pelatihan ini memiliki kemampuan untuk memberikan pertolongan awal. Ini sangat penting dalam menyelamatkan nyawa,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik langsung. Mereka dilatih melakukan teknik CPR serta penanganan korban tersedak dengan metode yang tepat dan aman.
Lebih lanjut, dr. Yunita menekankan bahwa pelatihan ini juga berperan dalam pengembangan soft skills siswa, khususnya anggota pramuka, agar tidak hanya mandiri tetapi juga mampu membantu sesama.
“Pramuka bukan hanya belajar bertahan hidup, tetapi juga bagaimana menolong orang lain. Ini adalah nilai penting yang harus dimiliki,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan dikembangkan dalam berbagai aktivitas pendidikan lainnya guna membentuk generasi muda yang tanggap, peduli, dan siap menghadapi kondisi darurat.
Di akhir kegiatan, dr. Yunita mengapresiasi antusiasme peserta yang dinilai aktif dan memiliki semangat belajar tinggi.
“Anak-anak sangat antusias dan responsif. Semoga ilmu ini bermanfaat, baik dalam kegiatan Perjusami maupun kehidupan sehari-hari,” tutupnya.







