Kemendes PDT Petakan Aspirasi Warga Boven Digoel, Program Sistem Pangan Terpadu Ditargetkan Mulai 2027

Berita21 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Boven Digoel – Direktur Penyerasian Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Fince Decima Hasibuan memastikan berbagai aspirasi masyarakat dari sejumlah kampung di Kabupaten Boven Digoel akan dipetakan secara menyeluruh untuk selanjutnya dibahas bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Fince saat berdialog langsung dengan masyarakat di beberapa distrik dan kampung di wilayah Boven Digoel, Rabu (6/5/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus menyerap kebutuhan prioritas yang harus segera ditindaklanjuti pemerintah pusat.

Menurut Fince, hasil serapan aspirasi masyarakat akan menjadi bahan utama dalam penyusunan arah program pembangunan ke depan, khususnya melalui program sistem pangan terpadu yang sedang dipersiapkan pemerintah.

“Setelah kami turun langsung dan menyerap aspirasi masyarakat di beberapa kampung, semuanya akan kami petakan untuk kemudian dibahas bersama Bappenas. Harapan kami, berbagai kebutuhan yang disampaikan masyarakat dapat mulai direalisasikan pada tahun 2027 nanti,” ujar Fince.

Fince menjelaskan, program sistem pangan terpadu dirancang sebagai program jangka menengah selama lima tahun. Program tersebut tidak hanya berfokus pada sektor pangan, tetapi juga menyentuh berbagai aspek dasar kehidupan masyarakat kampung.

Pemerintah, kata dia, ingin menghadirkan pembangunan yang terintegrasi mulai dari ketahanan pangan, akses air bersih, penanganan stunting, hingga peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa.

“Program ini tidak hanya berbicara soal pangan, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan akses air bersih, penanganan stunting, peningkatan kesehatan masyarakat, hingga terciptanya kualitas hidup yang lebih baik,” katanya.

Ia menilai persoalan stunting dan kesehatan masyarakat di daerah tertinggal masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Fince optimistis program sistem pangan terpadu akan memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat apabila dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.

Menurutnya, program tersebut berpotensi meningkatkan produktivitas masyarakat, membuka lapangan kerja baru, menekan angka kemiskinan, hingga meningkatkan indeks pembangunan desa.

“Kalau program sistem pangan ini berjalan dengan baik dan konsisten, maka dampaknya akan sangat besar. Produksi masyarakat meningkat, lapangan pekerjaan bertambah, angka kemiskinan bisa ditekan, dan indeks desa juga akan mengalami peningkatan,” ujarnya.

Ia berharap keberhasilan program tersebut dapat menjadi langkah strategis untuk mempercepat keluarnya Kabupaten Boven Digoel dari status daerah tertinggal.

“Harapan kami tentu program ini benar-benar berhasil dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jika semua target bisa tercapai, maka Boven Digoel ke depan diharapkan mampu keluar dari kategori daerah tertinggal,” ucap Fince.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *