Efisiensi Anggaran Pangkas Proyek Kampung di Boven Digoel

Berita18 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Boven Digoel – Kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat mulai berdampak pada sejumlah program pembangunan fisik di kampung-kampung di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Sejumlah kegiatan fisik yang sebelumnya direncanakan melalui program kampung mengalami pengurangan anggaran dan sebagian dialihkan ke sektor pemberdayaan masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Boven Digoel, Edison Sokoy, mengatakan kebijakan efisiensi anggaran merupakan keputusan pemerintah pusat yang wajib dijalankan seluruh daerah, termasuk Boven Digoel.

Menurut Edison, pemerintah daerah melalui DPMK kini melakukan penyesuaian terhadap berbagai program pembangunan kampung agar tetap memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Memang ada pengurangan untuk kegiatan fisik karena adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Tetapi program pemberdayaan masyarakat tetap menjadi prioritas agar masyarakat kampung tetap mendapatkan manfaat dari program pemerintah,” ujarnya kepada awak media.

Meski sejumlah proyek fisik dikurangi, DPMK Boven Digoel tetap mendorong program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembentukan Koperasi Merah Putih di setiap kampung dan distrik.

Program tersebut diharapkan menjadi solusi penguatan ekonomi masyarakat berbasis usaha produktif yang melibatkan warga secara langsung.

Edison optimistis koperasi itu mampu membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi kampung, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Kami optimis program Koperasi Merah Putih ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat kampung. Dengan adanya koperasi, masyarakat dapat diberdayakan melalui berbagai kegiatan usaha yang produktif,” katanya.

Selain pemberdayaan ekonomi, DPMK juga tetap memprioritaskan penanganan stunting di wilayah Kabupaten Boven Digoel. Pemerintah menilai kasus stunting masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Berbagai program pemberdayaan masyarakat, edukasi kesehatan keluarga, hingga peningkatan gizi masyarakat kampung terus dilakukan untuk menekan angka stunting.

DPMK berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah kampung, tenaga kesehatan hingga warga, dapat bersama-sama mendukung upaya penanganan stunting di Boven Digoel.

“Walaupun pekerjaan fisik dikurangi, kami tetap optimis melalui program pemberdayaan masyarakat dan Koperasi Merah Putih nantinya akan membawa perubahan besar bagi kesejahteraan masyarakat kampung,” tutup Edison.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *