Piter Hubi Ajak Warga Nabire Cegah Pembakaran Lahan Liar Lagi

Berita, Daerah52 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Nabire – Kepala Suku Nayak/Jayawijaya di Kabupaten Nabire, Piter Hubi, mengajak masyarakat menghentikan pembakaran lahan dan sampah secara sembarangan menyusul kondisi kabut asap yang melanda wilayah Nabire.

Imbauan tersebut disampaikan Piter Hubi saat menggelar sosialisasi larangan pembakaran lahan liar sekaligus membagikan paket sembako kepada masyarakat Kampung Sanoba, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampung Sanoba sejak pukul 17.00 WIT itu diikuti sekitar 25 masyarakat.

Dalam arahannya, Piter Hubi meminta masyarakat, khususnya warga Suku Nayak/Jayawijaya, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan.

Ia menilai kondisi kabut asap yang terjadi di Nabire harus menjadi perhatian bersama karena pembakaran yang tidak terkendali dapat memicu munculnya titik api dan memperluas kebakaran.

“Kita melihat sendiri bagaimana kondisi Nabire saat ini yang diselimuti kabut asap. Karena itu, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan,” ujar Piter Hubi.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang merokok agar memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang.

Selain kabut asap, Piter Hubi menyoroti musim kemarau panjang yang telah berlangsung hampir tiga bulan di wilayah Nabire.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah sumber air mengalami kekeringan dan mulai menyulitkan sebagian masyarakat dalam memperoleh air bersih.

Karena itu, ia mengajak masyarakat memperkuat solidaritas dengan saling membantu warga yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.

Menurutnya, kombinasi kemarau panjang dan pembakaran liar dapat menimbulkan dampak serius, termasuk meluasnya kebakaran ke kawasan pertanian dan permukiman serta memburuknya kualitas udara akibat asap.

Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan.

Piter Hubi meminta masyarakat yang hadir meneruskan pesan sosialisasi kepada warga lain yang belum mengikuti kegiatan.

Ia menegaskan masyarakat adat memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menjaga lingkungan, keamanan, dan ketertiban di Kabupaten Nabire.

“Kita sebagai masyarakat Suku Nayak/Jayawijaya di Nabire harus menjadi mitra pemerintah dan ikut berpartisipasi menangani kondisi yang terjadi saat ini. Mari kita tidak melakukan pembakaran liar agar udara kembali bersih,” tuturnya.

Selain sosialisasi, kegiatan diisi dengan pembagian paket sembako kepada masyarakat yang hadir. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberikan pemahaman tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan sekaligus mendorong kepedulian sosial selama musim kemarau.

Piter Hubi berharap kesadaran bersama dapat mencegah kebakaran, menjaga kualitas lingkungan, serta menciptakan kondisi masyarakat Nabire yang lebih aman dan sehat.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *