Tabligh Akbar Maulid Nabi Perkuat Ukhuwah Umat di Boven Digoel

Berita101 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, BOVEN DIGOEL – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Boven Digoel menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Raya Baiturrahmah, Kota Tanah Merah, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dalam Mempererat Ukhuwah Islamiah dan Kesatuan Umat di Kabupaten Boven Digoel.”

Tabligh Akbar menghadirkan Ustadz Muhammad Erfin Beddu, S.Pd., M.Pd.I., Pimpinan Pondok As’adiyah Amirul Mukminin sekaligus Ketua PW Ikatan Da’i Muda Indonesia (IDMI) DKI Jakarta.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Muhammad Erfin mengajak umat Islam di Boven Digoel meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, terutama dalam membangun persatuan, toleransi, kebersamaan dan kasih sayang antarsesama.

Ia mengaku telah memiliki keinginan mengunjungi Boven Digoel sejak 2019. Keinginan tersebut muncul karena sejarah Boven Digoel yang dikenal sebagai tempat pengasingan para pejuang kemerdekaan Indonesia.

“Dulu saya membayangkan sejauh mana Boven Digoel dan seperti apa terpencilnya daerah ini. Tetapi setelah datang dan melihat langsung, ternyata yang saya temukan adalah besarnya rasa persatuan, kesatuan, kebersamaan, suasana damai, tenteram, penuh cinta dan kasih,” ujar Erfin dalam ceramahnya. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi contoh nyata yang sejalan dengan keteladanan akhlak Nabi Muhammad SAW

Ustadz Muhammad Erfin juga menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki hubungan yang baik dengan tokoh-tokoh lintas agama. Ia mengisahkan ketika Nabi Muhammad SAW menerima tanda-tanda kenabian pada usia 40 tahun, Khadijah RA menemui Waraqah bin Naufal untuk memperoleh penjelasan mengenai peristiwa tersebut.

Ia juga mengangkat kisah hijrah sebagian sahabat Rasulullah SAW ke Habasyah atau Ethiopia ketika umat Islam di Mekkah mengalami tekanan berat. Menurut Erfin, para sahabat mendapatkan perlindungan dari Raja An-Najasyi yang beragama Kristen.

Kisah tersebut, kata dia, menunjukkan pentingnya membangun hubungan kemanusiaan, saling menghormati dan menjaga kehidupan bersama meskipun terdapat perbedaan keyakinan.

Bupati Boven Digoel yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Boven Digoel, H. Fahrudin Isnanto, M.Si., mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana memperkuat persatuan dan kesatuan. Fahrudin menegaskan bahwa ukhuwah Islamiah harus terus dijaga. Perbedaan, kata dia, tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh ataupun memecah belah.

“Sebaliknya, mari kita kedepankan sikap saling menghormati, saling membantu dan saling mengingatkan dalam kebaikan,” ujarnya.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel terus berkomitmen membangun daerah dengan semangat kebersamaan, menjaga kerukunan masyarakat serta menciptakan lingkungan yang aman, damai dan religius.

Karena itu, dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan.

Fahrudin juga mengajak masyarakat menjadikan keteladanan Rasulullah Muhammad SAW sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

“Mari kita hindari perselisihan, jauhi fitnah dan permusuhan serta bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan umat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Boven Digoel, Pastor Jacob Taufan, MSC, mengatakan dunia saat ini menghadapi berbagai persoalan, mulai dari peperangan, korban jiwa, rasisme, intoleransi hingga korupsi. Ia juga menyoroti maraknya konten di dunia maya yang saling menyerang dan menonjolkan klaim kebenaran masing-masing.

Menurut Jacob, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa manusia memasuki era Artificial Intelligence (AI). Namun, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan pembangunan karakter dan akhlak.

“Dunia telah mencetak orang-orang pintar, tapi ternyata dunia tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi juga orang yang berakhlak,” katanya.

Jacob mengutip pemikiran filsuf Islam Imam Al-Ghazali bahwa keteladanan Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu pedoman penting bagi manusia untuk membangun kehidupan yang beriman dan berakhlak. Ia menekankan bahwa ilmu harus diwujudkan dalam amal dan kebaikan serta penghayatan terhadap nilai-nilai universal kemanusiaan.

Ketua PHBI Kabupaten Boven Digoel, Hatta Nongkeng, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurut Hatta, kegiatan Maulid Nabi kali ini mendapat dukungan dari seluruh pengurus masjid di Kota Tanah Merah. Terdapat tujuh masjid yang memberikan kontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan.

Dana kegiatan dikumpulkan selama kurang lebih tiga minggu melalui sumbangsih umat Islam dari masjid-masjid, para dermawan serta dukungan Bank Papua.

“Semua dana yang terkumpul digunakan untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” jelas Hatta.

Ia menambahkan, ke depan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akan dilaksanakan secara bergilir di masjid-masjid yang ada di Kota Tanah Merah. Jika tahun ini dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahmah, maka kegiatan berikutnya direncanakan berlangsung di masjid lainnya.

Menurut Hatta, pola tersebut membutuhkan kerja sama seluruh umat Islam agar kegiatan keagamaan dapat terus berjalan dan semakin mempererat silaturahmi.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Baiturrahmah diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh para santri se-Kota Tanah Merah.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sari tilawah oleh Cahaya dan lantunan sholawat yang semakin menambah kekhidmatan suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Melalui kegiatan tersebut, PHBI Kabupaten Boven Digoel berharap semangat keteladanan Rasulullah SAW tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk memperkuat ukhuwah, kerukunan dan persatuan masyarakat di Boven Digoel.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *