Pelajar Paniai Suarakan Pancasila Lewat Noken dan Persatuan

Berita, Daerah44 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Paniai – Pelajar SMA Negeri 1 Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, menyuarakan nilai Pancasila dan persatuan melalui Lomba Pidato Hari Kesaktian Pancasila, Kamis, 1 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Noken dan Pancasila: Merajut Persatuan dalam Bhinneka Tunggal Ika” dan menjadi bagian dari rangkaian menyongsong Hari Ulang Tahun ke-32 SMA Negeri 1 Paniai.

Lomba pidato diikuti perwakilan siswa dari kelas X, XI dan XII. Para peserta menyampaikan gagasan mengenai Pancasila, keberagaman, budaya Papua serta pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Dalam kegiatan tersebut, noken tidak hanya dipandang sebagai bagian dari identitas budaya Papua, tetapi juga diangkat sebagai simbol kebersamaan, kekeluargaan dan kehidupan sosial masyarakat.

Nilai tersebut kemudian dikaitkan dengan Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara serta semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Dari lingkungan sekolah, para pelajar menyampaikan bahwa menjaga identitas budaya tidak harus bertentangan dengan semangat persatuan sebagai bagian dari Indonesia.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk berani berbicara di depan umum, menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, berpikir kritis dan membangun kepercayaan diri.

Kepala SMA Negeri 1 Paniai Timur, Marcelina Mote, S.Pd., M.M., berharap kegiatan tersebut dapat membentuk peserta didik menjadi generasi yang berkarakter, berbudaya, memiliki wawasan kebangsaan serta mampu menjaga kebersamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya dapat diberikan melalui pembelajaran di dalam kelas. Nilai-nilai Pancasila juga dapat diperkenalkan melalui budaya dan pengalaman yang dekat dengan kehidupan siswa.

Semangat tersebut terlihat dari penampilan para peserta yang tidak sekadar mengikuti perlombaan, tetapi juga membawa gagasan tentang peran generasi muda Papua dalam menjaga budaya dan berkontribusi terhadap masa depan daerah.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Ria Korina Nawipa dari Kelas X 7 berhasil meraih Juara I.

Sementara itu, Kesia Kayame dari Kelas XII A1 meraih Juara II dan Westing Bunai dari Kelas XI A4 menempati Juara III.

Hasil tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang tidak hanya memberikan apresiasi kepada siswa berprestasi, tetapi juga mendorong keberanian generasi muda untuk menyampaikan gagasan mengenai budaya, persatuan dan kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan di SMA Negeri 1 Paniai Timur memperlihatkan bagaimana budaya lokal dapat berjalan berdampingan dengan pendidikan kebangsaan.

Para pelajar Papua dapat mempertahankan kebanggaan terhadap identitas budaya sekaligus memahami nilai persatuan yang terkandung dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pesan itu dirangkum dalam semangat yang disampaikan dari Paniai:

“Noken mengajarkan kita tentang kebersamaan, Pancasila mengajarkan kita tentang persatuan. Dari Papua untuk Indonesia, kita rajut keberagaman dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.”

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di SMA Negeri 1 Paniai Timur akhirnya tidak berhenti pada seremoni. Momentum 1 Oktober menjadi ruang bagi generasi muda untuk berbicara tentang identitas, budaya, persatuan dan masa depan yang ingin mereka bangun.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *